Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Banyak Kios yang Kosong di Pasar Banyuasri, Bupati Buleleng: Sangat Memprihatinkan

Francelino Junior • Selasa, 4 Maret 2025 | 00:20 WIB
Ratusan kios kosong di Pasar Banyuasri kini tengah dipikirkan solusinya. Sebab yang dimanfaatkan hanya sepuluh persen saja.
Ratusan kios kosong di Pasar Banyuasri kini tengah dipikirkan solusinya. Sebab yang dimanfaatkan hanya sepuluh persen saja.

SINGARAJARadarbuleleng.jawapos.com- Kosongnya ratusan kios di Pasar Banyuasri, menjadi atensi Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Disebutkan, kalau solusi untuk mengatasi kosongnya kios-kios di area lantai dua sedang dipikirkan. Sehingga tidak menjadi bangunan berhantu.

Hal ini diungkapkan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna dalam kunjungan kerjanya ke Pasar Anyar dan Banyuasri pada Minggu (2/3) pagi.

Kunjungan ini sebenarnya dalam rangka memantau harga bahan pokok, mengingat saat ini sudah memasuki bulan Ramadhan.

Namun dari pantauan Sutjidra di Pasar Banyuasri, ternyata hanya ada 20 kios di lantai dua yang terisi, sedangkan sisanya kosong. Padahal di sana totalnya ada 344 kios.

Tentu ini sangat memprihatinkan dibalik megahnya pasar yang berada di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng.

”Yang beroperasi hanya sepuluh persen saja, ini sangat memprihatinkan. Sudah bicarakan dengan direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, ada beberapa alternatif pengembangan di lantai dua. Sudah ada rencana,” ujar bupati Buleleng.

Disinggung mengenai dispensasi retribusi bagi pedagang, Bupati Sutjidra menyebut sebenarnya ada dispensasi bagi pedagang, ketika pedagang tidak berjualan.

Katanya ada dispensasi resmi sebanyak 14 hari dalam satu tahun. Namun, apabila ada kejadian insidentil maka harus dilaporkan ke petugas pasar.

Seperti sakit, kedukaan, maupun libur, dapat diberikan dispensasi apabila petugas pasar diberitahukan terlebih dahulu.

Dispensasi ini diberikan diluar 14 hari keleluasaan resmi dari Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng.

”Kedepan kami akan menata kembali pedagang bermobil hingga pasar tumpah di Pasar Anyar. Regulasinya diatur. Jadi core business-nya kan pasar, supaya tidak ada kegiatan diluar lingkungan pasar, baik di Pasar Banyuasri maupun Anyar,” lanjutnya.

Selain itu, turunnya Sutjidra dan Supriatna ke dua pasar besar di Buleleng, lantaran ingin memantau harga bahan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah/2025.

Karena seringkali harga-harga bahan pokok melonjak naik di waktu-waktu tertentu.

Data terakhir dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Buleleng untuk Pasar Anyar dan Banyuasri, yang menjadi sorotan seperti cabai merah besar harganya mulai dari Rp 65-68 ribu per kilogram.

Selanjutnya cabai merah keriting mulai dari Rp 64-67 ribu per kilogram, cabai rawit hijau Rp 63-64 ribu, bahkan harga cabai merah rawit menembus Rp 100 ribu per kilogram.

”Kami pantau ada fluktuasi, semoga nanti tidak ada lonjakan. Semua masih dalam batas wajar. Kami minta biar tidak terjadi harga tinggi,” tandas Sutjidra.***

Editor : Donny Tabelak
#harga bahan pokok #bupati buleleng #Pasar Banyuasri #kios kosong #pemkab buleleng