SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Tak hanya fisik dan keterampilan baris-berbaris. Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Buleleng tahun 2025 juga menyoroti satu aspek penting yang kerap diabaikan, yakni rekam jejak media sosial.
Sebanyak 134 orang siswa-siswi tingkat SMA, SMK, dan Madrasah — terdiri dari 94 putra dan 40 putri — bersaing memperebutkan posisi sebagai anggota Paskibraka.
Mereka mengikuti berbagai tahap seleksi, termasuk wawancara, penilaian minat dan bakat, hingga penelusuran rekam digital di media sosial.
“Rekam jejak media sosial sangat menentukan. Karena digital footprint mencerminkan kepribadian, sikap, dan perilaku calon peserta. Apalagi mereka akan menjadi simbol nasionalisme dan representasi nilai-nilai Pancasila,” ujar Ketut Suseni Indrawati, Kepala Bidang Pengembangan Nilai Kebangsaan Badan Kesbangpol Buleleng.
Suseni menambahkan, media sosial kini menjadi cermin kehidupan sosial, dan generasi muda harus menyadari bahwa unggahan mereka bisa berdampak jangka panjang.
“Kami menilai apakah ada konten bermuatan ujaran kebencian, hoaks, atau perilaku yang bertentangan dengan etika. Ini juga sesuai regulasi BPIP Nomor 3 Tahun 2022 yang menjadikan rekam digital sebagai bagian dari penilaian kepribadian,” jelasnya.
Dalam proses seleksi, Kesbangpol Buleleng turut menggandeng sejumlah pihak seperti Dinas Kominfosanti, TNI, Polri, serta OPD terkait. Proses yang dimulai sejak tahap awal ini diklaim berjalan lancar dan transparan.
Salah satu peserta seleksi, Made Nadia Ayu Putri dari SMK Bali Mandara, mengaku sangat memperhatikan kontennya di media sosial.
“Unggahan kita mencerminkan siapa kita sebenarnya. Sebagai calon Paskibraka, harus bisa memberi contoh yang baik, terutama dalam kepemimpinan, disiplin, dan nasionalisme,” ujarnya.
Ia pun berharap bisa lolos sebagai perwakilan Paskibraka, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi atau bahkan nasional. “Akan jadi kebanggaan untuk sekolah, pembina, dan tentu keluarga saya,” ujarnya.
Sebagai informasi, seleksi tahap akhir akan memilih 70 peserta terbaik (35 pasang putra-putri) yang akan ditetapkan sebagai Paskibraka Kabupaten Buleleng.
Sementara itu, 10 peserta terbaik akan melaju ke seleksi tingkat Provinsi Bali maupun nasional.
Jika peserta dari Buleleng lolos ke tingkat lebih tinggi, maka posisi mereka di kabupaten akan diisi oleh peserta dengan nilai tertinggi berikutnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya