Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ratusan Siswa SMP di Buleleng Kesulitan Membaca, Pemkab Gandeng Mahasiswa

Francelino Junior • Rabu, 30 April 2025 | 13:16 WIB

 

Rapat lintas sektor membahas solusi dan aksi mengatasi pelajar SMP di Buleleng yang mengalami kesulitan membaca.
Rapat lintas sektor membahas solusi dan aksi mengatasi pelajar SMP di Buleleng yang mengalami kesulitan membaca.

Radarbuleleng.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggandeng Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha untuk mengatasi ratusan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengalami kesulitan membaca.

Cara jitunya, satu orang siswa akan didampingi satu mahasiswa. Begitu juga dengan masing-masing sekolah yang akan didampingi masing-masing satu orang dosen.

Hal ini terungkap dalam rapat lintas sektor bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), FIP Undiksha, MKKS SMP, Dinas P2KBP3A, Dinas Sosial, Dinas PMD, camat dan pihak terkait lainnya di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati, Selasa (29/4) pagi.

Dari data Disdikpora Buleleng terbaru, berdasarkan hasil verifikasi ulang, tercatat ada 375 orang yang siswa SMP yang tersebar di hampir 60 sekolah.

Ratusan siswa itu belum lancar membawa atau sekitar 0,01 persen dari total 34.062 siswa SMP di Bali utara.

”Dari hasil rapat lintas sektor ini, sudah ada solusi dan aksi. Jadi bersama FIP Undiksha kami kerja sama. Nanti satu siswa didampingi satu mahasiswa, juga satu sekolah didampingi satu dosen. Supaya makin mempercepat,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa.

Menurutnya, proses belajar di sekolah bersifat klasikal. Sehingga anak-anak yang diajar di dalam kelas dianggap sama.

Padahal setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Maka dari itu, perlu perhatian dan perlakuan khusus serta treatment yang tepat.

Disdikpora Buleleng juga akan mengajukan kerja sama dengan FIP Undiksha, untuk mengambil langkah jangka panjang dalam menghadapi disleksia di Bali utara.

Setidaknya, pemerintah sudah memiliki solusi dan opsi, sebab hal-hal serupa memang tidak akan hilang setiap tahunnya, karena setiap pelajar memiliki karakteristik yang berbeda.

Contohnya, anak yang lambat membaca, menulis, maupun berhitung diperkirakan dapat lancar dalam satu atau dua bulan kedepan.

Masalahnya, apabila ada anak yang tergolong difabel maka menjadi tantangan berat, sebab tidak bisa diselesaikan oleh sekolah umum. Maka akan diserahkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) milik Pemerintah Provinsi Bali.

”Diupayakan ini menjadi model solusi. Agar jadi permanen, akan dievaluasi dalam dua sampai tiga bulan kedepan. Harapannya tahun ajaran baru, anak-anak ini calistungnya sudah lancar,” tambah Sekda Suyasa.

Sementara itu, Dekan FIP Undiksha, I Wayan Widiana mengatakan pihaknya sudah membentuk dua tim, yakni tim pendamping yang terdiri dari dosen dan pakar di bidang pendidikan; dan tim lapangan yang terdiri dari mahasiswa. 

Sebagai langkah awal, dosen dan mahasiswa akan turun bertemu 375 siswa SMP untuk melakukan screening.

Ini dilakukan, untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ratusan pelajar itu mengalami kesulitan membaca. Hasilnya yang akan dirumuskan menjadi sebuah treatment, yang tiap siswa akan berbeda.

”Kami rancang enam bulan untuk menyelesaikan ini. Tahap pertama tiga bulan lalu kami evaluasi. Kalau memang diperlukan, akan dilanjutkan ke tahap kedua,” ujar Widiana.

Rancangan enam bulan itu, agar pendampingan kepada anak-anak yang bermasalah dalam belajar itu, bisa mendapatkan perlakuan khusus. Apalagi analisis untuk penyelesaian, dilakukan berdasarkan kebutuhan. 

Menurutnya, kalau ada siswa yang tidak memiliki kendala berarti, seperti belum lancar menulis, membaca masih terbata-bata dapat diselesaikan dalam waktu satu sampai tiga bulan.

Tetapi, jika ada yang sampai buta huruf dan tidak bisa calistung, maka memerlukan waktu lama alias perlu dua tahap.

”Kami akan bantu selesaikan dengan akselerasi, melalui teknik-teknik yang sudah kami siapkan,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#smp #mahasiswa #pemkab buleleng #disdikpora buleleng #kesulitan membaca #undiksha