SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Penyelidikan kasus kematian yang dialami Kadek Adi Wijaya, 24, warga Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, jalan di tempat.
Polisi kesulitan menemukan bukti-bukti tambahan terkait kematian misterius yang dialami oleh korban.
Hingga Kamis (8/5/2025), polisi dikabarkan belum mengantongi bukti rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Proses penyelidikan pun semakin sulit. Gara-gara keluarga korban menolak permintaan otopsi. Alhasil tim medis juga tidak bisa memastikan penyebab kematian korban.
Keluarga pun telah membawa jenazah korban kembali ke rumah duka pada Selasa (6/5/2025) untuk dikebumikan.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengakui jika tim forensik tidak melakukan otopsi terhadap jenazah korban.
“Otopsi, tidak dilakukan. Sesuai dengan permintaan dari keluarga. Hanya dilakukan visum luar. Mengenai hasilnya, saya belum bisa memberikan keterangan, karena belum pegang hasil tertulis,” kata Diatmika.
Meski tanpa otopsi, aparat kepolisian tetap melakukan penyelidikan. Terlebih muncul dugaan bila korban mati dalam kondisi tidak wajar.
“Polsek Kota di-back up Reskrim Polres Buleleng masih melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan ada petunjuk,” ujarnya.
Terpisah, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gede Juli mengatakan pihaknya masih terus melakukan penelusuran di sekitar TKP.
Juli menyebut, korban ditemukan di Perumahan Grand Lovina, karena ingin menuju rumah kakeknya. Kebetulan rumah kakeknya tidak jauh dari lokasi.
“Menurut keluarga, setelah ke rumah kerabat, dia mau pergi ke rumah kakeknya di dekat sana. Makanya dia lewat sana,” kata Kompol Juli.
Terkait penyebab kematian korban, Kompol Juli mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis di RSUD Buleleng. “Mereka yang lebih kompeten,” tegasnya.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas di kawasan Perumahan Grand Lovina, Desa Kalibukbuk, Sabtu (3/5/2025) sekitar pukul 01.00 Wita.
Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat, I Gusti Lanang Gede Yasa, yang keluar rumah setelah mendengar gonggongan anjing yang tak biasa.
Begitu diperiksa, ia melihat sesosok pria tergeletak dalam kondisi mengenaskan, dengan darah mengalir dari kepala sebelah kiri. Diduga akibat kekerasan benda tumpul.
Yasa langsung melaporkan temuan tersebut ke aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian. Sayangnya, saat ditemukan, korban tidak membawa identitas apapun.
Belakangan, korban diketahui bernama Kadek Adi Wijaya. Sebelum ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah, korban sempat pamit hendak jalan-jalan kepada keluarganya.
Belakangan dia ditemukan dalam kondisi tewas, sekitar satu kilometer dari tempat tinggalnya.
Hingga kini, polisi masih menggali informasi lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian Kadek Adi Wijaya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya