SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Masyarakat Kabupaten Buleleng memprotes suara bising yang timbul dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pemaron.
Suara riuh itu muncul pasca Bali Blackout beberapa waktu lalu. Pembangkit listrik yang sudah berhenti beroperasi bertahun-tahun itu, mendadak beroperasi lagi.
Warga pun meminta pembangkit listrik itu menghentikan sementara waktu pengoperasian mesin atau unit pembangkitnya.
Kemarin (8/5/2025), Forum Komunikasi Komunitas Lingkungan (Forkom Link) Kabupaten Buleleng mendatangi Pemkab Buleleng untuk menyampaikan unek-unek mereka.
”Kami ingin kegiatan di PLTGU Pemaron dihentikan sekarang juga. Kecuali sudah memiliki alat peredam suara. Karena sudah melewati ambang batas sesuai UU Lingkungan,” ujar Ketua Adhoc Forkom Link Buleleng, Nyoman Tirtawan.
Pria yang juga warga Desa Pemaron itu mengatakan, suara mesin di pembangkit itu membuat warga terganggu. Bahkan suara mesin juga terdengar hingga desa-desa tetangga.
Bukan hanya itu, warga yang tinggal dekat pembangkit listrik, juga merasakan getaran layaknya gempa yang terjadi secara terus menerus.
Tirtawan mendesak Pemkab Buleleng turun tangan membantu masyarakat untuk menghentikan aktivitas di PLTGU Pemaron. Apabila ingin beroperasi, maka manajemen PLTGU harus bisa memastikan kenyamanan warga sekitar.
Sementara itu, Pol PP Buleleng mengaku sudah menggali informasi ke lapangan, mengenai suara bising yang ditimbulkan dari aktivitas pembangkit listrik di PLTGU Pemaron.
Apabila memang melanggar ambang batas kebisingan, maka pihaknya akan memberikan teguran. Baik itu lewat pembinaan lisan, teguran tertulis hingga tiga kali, kemudian tindakan yustisi.
”Kami usahakan tindakan tegas sesuai tuntutan warga. Kami akan upayakan mediasi antara warga dengan PLTGU Pemaron, karena yang berhak jawab tuntutan warga adalah PLTGU. Kewenangan kami hanya sebatas menghentikan kebisingan apabila melanggar ambang batas,” ujar Kasat Pol PP Buleleng, I Gede Arya Suardana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya