SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Operasional pembangkit listrik di PLTGU Pemaron disebut mengganggu warga di Desa Pemaron, Kabupaten Buleleng, Bali.
Alih-alih mengoperasikan pembangkit listrik dengan tenaga gas atau uap, PLTGU Pemaron justru mengoperasikan pembangkit listrik diesel.
Dampaknya operasional pembangkit itu memicu asap pekat dari arah PLTGU Pemaron. Ditambah lagi suara bising dan getaran di sekitar pembangkit.
Kepala Desa atau Perbekel di Desa Pemaron, Putu Mertayasa mengatakan, PLTGU Pemaron kembali beroperasi seminggu terakhir.
Konon pembangkit itu mendadak beroperasi, karena PLTU Celukan Bawang harus melakukan perawatan berkala terhadap dua unit pembangkit. Alhasil, PLTGU Pemaron harus menyalakan pembangkit sebagai back up.
“Dipakai mesin cadangan, karena di Celukan Bawang katanya rusak. Memang sudah agak lama nggak hidup mesinnya,” kata Mertayasa.
Ia mengaku warga banyak mengeluhkan suara bising dari pembangkit. Apalagi ada 80 unit mesin diesel yang dinyalakan di sana.
Ketika awal PLTGU beroperasi, warga benar-benar terganggu. Sebab mesin menyala penuh. Warga pun sulit beristirahat.
“Akhirnya kami minta supaya jam operasionalnya diatur. Biar warga kami dapat istirahat juga. Sekarang ini jam 8 malam sudah mati mesinnya,” kata Mertayasa.
Lebih lanjut Mertayasa mengatakan, warga pun tidak bisa berbuat banyak selain menerima kebijakan dari pemerintah. Apalagi PLTGU Pemaron memasok listrik untuk kepentingan bersama.
“Kami harap dari PLN ada evaluasi. Karena kondisinya mengganggu dan memicu kebisingan, kami minta agar diperbaiki hal-hal yang kurang,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, LSM di Buleleng mendatangi Kantor Bupati Buleleng. Mereka mengeluhkan operasional PLTGU Pemaron.
Pembangkit listrik itu memicu kebisingan. Ditambah lagi, getaran dari pembangkit juga mengakibatkan warga terganggu. Karena getaran terasa seperti gempa bumi yang terjadi terus menerus. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya