Radarbuleleng.jawapos.com- Bersamaan dengan Hari Raya Pentakosta, umat diajak untuk memperkuat iman untuk mengalahkan roh jahat.
Ini berkaitan dengan perkembangan zaman saat ini, dengan teknologi dan era globalisasi yang kencang.
Hari Raya Pentakosta dirayakan pada Minggu (8/6) atau sembilan hari setelah Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus.
Digambarkan dalam kitab suci, selama sembilan hari berturut-turut para rasul dan Bunda Maria melakukan novena atau doa khusus.
Setelah itu pada hari kesembilan, tiba-tiba turun roh kudus berupa lidah api ke atas para rasul.
Akibatnya, para rasul bisa berbicara dengan beragam bahasa berbeda, padahal sebelumnya mereka tidak pernah belajar tentang itu.
”Mereka berdoa tidak hanya untuk umat Katolik saja, tetapi untuk semua umat, untuk generasi selanjutnya. Agar roh kudus mengalahkan kejahatan,” ujar Pastor Paroki Gereja KDMD Singaraja, Yohanes Tanumiarja, SVD.
Menurutnya, bahasa menjadi pemersatu. Apalagi dengan memahami bahasa satu sama lain, membuat keakraban menjadi lebih memahami sesama.
Meski begitu, dengan adanya bahasa kasih, tentu akan mempererat persatuan dan kesatuan.
Dengan adanya bahasa pemersatu, maka sudah sangat penting agar iman yang bekerja dalam diri manusia, dibantu dengan roh kudus.
Ini juga penting, utamanya saat ini era modern dengan interaksi menggunakan media sosial yang menjadi ”makanan” rutin.
Artinya, menggunakan iman dan akal yang dibantu rahmat Tuhan, agar dalam kehidupan sehari-hari, semuanya berjalan dengan baik.
”Tentu bahasa tidak hanya pemersatu dalam gereja saja, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Romo Yan.
Bersamaan dengan Hari Raya Pentakosta, gereja juga lahir di dunia. Maka dari itu, pihaknya berpesan agar umat merayakan dan mensyukurinya.
Tentu ini juga berkat peran roh kudus dalam perjalanan hidup gereja maupun umat.
Kemajuan yang ada saat ini, tidak lepas dari peran roh kudus atas orang-orang hebat yang ada.
Meski begitu, Romo Yan mengingatkan dengan bekerjanya roh kudus, harus selalu diingat ada roh jahat yang selalu mengintai.
”Selalu ada roh jahat yang menggebu-gebu untuk mengalahkan dan menantang hal-hal baik yang ada,” pungkas Romo Yan.***
Editor : Donny Tabelak