Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Koperasi Desa Merah Putih Disebut untuk Swasembada Pangan di Buleleng

Francelino Junior • Minggu, 15 Juni 2025 | 01:05 WIB
 
Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta sebut pembentukan Kopdes Merah Putih untuk swasembada pangan.
Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta sebut pembentukan Kopdes Merah Putih untuk swasembada pangan.
 
 
Radarbuleleng.jawapos.com- Pembentukan Koperasi Desa (kopdes) Merah Putih disebut sebagai upaya mengakselerasi program swasembada pangan di Kabupaten Buleleng.
 
Melalui koperasi itu, akan didapatkan penguatan kelembagaan ekonomi desa. Setidaknya sebagai upaya mewujudkan kemandirian desa berbasis potensi lokal. 
 
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta.
 
Katanya, Kopdes Merah Putih dirancang sebagai wadah yang menyatukan kelompok tani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan desa, ke dalam satu ekosistem ekonomi.
 
Tentu ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian desa berbasis potensi lokal, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
 
Sehingga melalui koperasi, semua potensi tersebut bisa dikelola secara kolektif, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.
 
”Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi pangan di tingkat desa. Apalagi Buleleng memiliki basis kuat di sektor pertanian dan pangan. Ini harus dikelola dengan sistem yang solid,” ujar Dewa Sudiarta pada Sabtu (14/6). 
 
Dilanjutkannya, ketika desa mampu mengelola hingga mendistribusikan hasil pangannya secara mandiri, maka dapat tercapai kemandirian pangan.
 
Selain itu, dengan pendekatan koperasi, masyarakat didorong untuk aktif menjadi anggota dan penggerak ekonomi, melalui sektor unggulan yang ada di masing-masing desa.
 
Ini sejalan dengan semangat swasembada pangan, yang menekankan partisipasi dan kemandirian. 
 
Dewa Sudiarta menyebut, swasembada pangan tidak hanya soal kecukupan hasil produksi.
 
Tetapi desa sebagai pusat ekonomi, mampu mengelola dan mengembangkan potensi pangannya secara mandiri dan berkelanjutan.
 
”Perekonomian desa akan tumbuh lebih cepat, ketika desa mampu menghasilkan, mengelola, dan mendistribusikan hasil pangannya sendiri,” tegasnya. 
 
Harapannya, desa mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri, sekaligus menjadi penyuplai antar desa bahkan lintas daerah.
 
Ditambah dengan jaringan koperasi, sistem distribusi pangan antar desa dapat dibangun lebih efisien dan saling menopang.
 
Upaya ini selaras dengan cita-cita nasional, yakni menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat.***
Editor : Donny Tabelak
#Koperasi Desa #swasembada pangan #pertanian #Kopdes Merah Putih