Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Duh! Anjing Rabies Mengamuk di Buleleng. Delapan Orang jadi Korban

Eka Prasetya • Kamis, 26 Juni 2025 | 00:03 WIB

 

VAKSIN: Petugas Dinas Pertanian Buleleng melakukan vaksinasi terhadap anjing warga di Desa Kalisada, Buleleng.
VAKSIN: Petugas Dinas Pertanian Buleleng melakukan vaksinasi terhadap anjing warga di Desa Kalisada, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seekor anjing liar yang terjangkit rabies, mengamuk di Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Dampaknya, delapan orang warga menjadi korban gigitan. 

Anjing itu diketahui mengamuk dalam sejak Kamis (19/6/2025) hingga Minggu (22/6/2025). Balita hingga lansia menjadi korban gigitan. Bahkan salah seorang diantaranya mengalami patah tulang pada jari karena digigit anjing.

Peristiwa itu bermula pada Kamis (19/6/2025), saat itu seorang warga mendapati anjing liar yang memiliki anak. Warga itu pun mendekati anak anjing.

Anjing itu pun agresif dan menggigit salah satu warga. Tak sampai di sana, sepanjang Kamis, anjing ternyata menggigit 4 orang.

Keesokan harinya, anjing itu menggigit tiga orang warga. Hingga pada Sabtu (21/6/2025) ada seorang lagi yang digigit. Sehingga total ada 8 orang yang menjadi korban.

Para korban adalah Made Prayoga, 23, yang menjalani luka di paha; Yosefina Dahu Klau, 54, yang menjalani luka di pantat; Komang Murti, 49, yang mengalami luka pada paha dan siku; Ketut Karmini, 57, yang mengalami gigitan di paha.

Selanjutnya, Luh Wantrini, 39, mengalami luka pada tangan; Ketut Kariani, 50, yang mengalami luka pada tangan; Luh PAW, 7, mengalami luka pada tangan dan perut; serta Kadek DC, 3, mengalami luka pada pantat.

Baca Juga: Anjing Serang 9 Warga, Seluruh Hewan Penular Rabies di Desa Melaya Jembrana Divaksin

Seluruh korban telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, guna mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR)

Insiden itu dilaporkan kepada Dinas Pertanian Buleleng. Tim langsung melakukan eliminasi lalu membawa sampel anjing ke laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

“Sampel sudah kami bawa ke BB Vet. Ternyata sampelnya dinyatakan positif rabies,” kata Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat.

Tim Dinas Pertanian langsung melakukan observasi di desa tersebut. Ternyata anjing itu diyakini menggigit warga di dua wilayah, yakni Dusun Kalisada dan Tegallenga.

Ditambah lagi, ada kesaksian warga yang meyakini bahwa anjing yang mengamuk, berbeda dengan anjing yang dieliminasi.

Dinas Pertanian Buleleng dan pemerintah desa kemudian sepakat melakukan vaksinasi massal. Termasuk melakukan eliminasi tertarget.

“Karena anjing ini sempat berkeliling, tidak menutup kemungkinan sempat menggigit anjing lain,” lanjutnya.

Tim kemudian melakukan program vaksinasi dan eliminasi di desa tersebut pada Rabu (25/6/2025). Total ada 18 orang yang terjun melakukan vaksinasi dan eliminasi.

Tercatat ada 239 ekor anjing, 46 ekor kucing, dan seekor kera yang menjalani vaksinasi. Selain itu ada 17 ekor anjing yang dieliminasi.

Melandrat menyatakan, pihaknya telah meminta masyarakat mengikat hewan peliharaan mereka. Sehingga tidak melakukan kontak dengan anjing yang positif rabies.

“Kami juga meminta warga yang menjadi korban gigitan anjing melapor ke petugas pertanian atau petugas kesehatan. Karena bisa jadi digigit anjing liar yang rabies,” demikian Melandrat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #bali #gigitan #kesehatan #balita #pertanian #lansia #patah tulang #Kalisada #BBVET #Tegallenga #anjing #seririt #anjing liar #rabies #buleleng #vaksin #var #Jari