Radarbuleleng.jawapos.com- Peristiwa gigitan anjing kembali terjadi di Kabupaten Buleleng tepatnya di Banjar Dinas Tegallenga dan Banjar Dinas Kalisada, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt.
Tercatat ada delapan orang yang terkena gigitan, dua diantaranya merupakan anak kecil.
Dari informasi yang dihimpun, gigitan anjing di dua wilayah tersebut terjadi selama empat hari berturut-turut, sejak Kamis (19/6) sampai Minggu (22/6).
Yang terkena gigitan yakni Made Prayoga, 23; Yosefina Dahu Klau, 54; Komang Murti, 49; Ketut Karmini, 57; Luh Wantrini, 39; dan Ketut Kariani, 50.
Kemudian Kadek Dwi Cahyani, 3 dan Luh Putu Akira Widiasih, 7. Rata-rata luka yang diterima di area paha, pantat, siku, dan jari.
”Anjing itu bersarang di semak-semak dekat SDN 2 Kalisada. Hewan ini punya lima anak dan diadopsi warga sekitar. Jadi anjing ini dianggap stres, karena kehilangan anak,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat pada Kamis (26/6).
Namun anjing tersebut menjadi semakin agresif, bahkan mengamuk di areal sekolah.
Ini mengakibatkan satu siswa yakni Luh Putu Akira Widiasih, mengalami luka serius. Sebab bocah tujuh tahun itu sampai mengalami patah tulang jari.
Ia diketahui mengalami luka gigitan pada jari, telapak tangan, dan perut. Karena saat digigit, anak itu jatuh hingga patah jari. Sehingga ia segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan.
Akibat itu, Distan Buleleng kemudian dihubungi masyarakat untuk meminta tindak lanjut berupa eliminasi, yang terlaksana pada Minggu (22/6). Eliminasi dilakukan langsung ke anjing liar itu.
”Proses eliminasi cukup lama, karena sempat kabur. Tetapi saat itu ia malah menyerang anak lain bernama Kadek Dwi Cahyani, sehingga alami luka pada bagian pantat,” lanjut Melandrat.
Setelah eliminasi, sampel otak anjing itu dibawa ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.
Hasil pemeriksaannya pada Senin (23/6), ternyata anjing liar tersebut positif rabies.
Maka dari itu, sejak Rabu (25/6) dilakukan vaksinasi terhadap 286 hewan penular rabies (HPR). Yakni 239 anjing, 46 kucing, dan seekor kera.
Eliminasi juga dilakukan terhadap 17 anjing yang sudah menjadi target. Hewan itu merupakan anjing liar yang ada di sekitar lokasi, terduga kontak dengan anjing rabies yang menggigit delapan orang di Desa Kalisada.
Sedangkan para korban gigitan, seluruhnya sudah diberi vaksin anti rabies (VAR) oleh tim medis dari puskesmas setempat.
”Kami berikan edukasi tentang bahaya rabies juga ke masyarakat setempat. Mencakup pengenalan gejala, metode pencegahan, serta prosedur penanganan sesuai SOP. Termasuk komunikasi dengan desa terkait status desa yang zona merah rabies,” tandas Melandrat.***
Editor : Donny Tabelak