SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sebanyak 405 orang peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali ambil bagian dalam Seleksi Tilawatil Qur'an dan Musabaqah Al Hadis (STQH) ke-28 serta Festival Seni Budaya Islam (FSBI) ke-3 tingkat Provinsi Bali 2025.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Kabupaten Buleleng. Agenda itu sekaligus menjadi ajang mempererat harmoni antarumat beragama.
“Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari visi pembangunan Bali, yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam beserta isinya. Tujuannya mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan krama Bali secara sekala niskala,” ujar Kepala Badan Kesbangpol Bali, I Gede Suralaga.
Menurut Suralaga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai inklusivitas dalam masyarakat yang sangat majemuk.
Kehadiran wajah Islam yang teduh dan santun, diharapkan dapat memperkaya khazanah budaya Bali yang sudah dikenal toleran dan damai.
“Harapannya akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan mampu menjadi penebar kedamaian di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Dari total 405 orang peserta, Kabupaten Buleleng mengirimkan kontingen terbanyak dengan 59 orang peserta.
Disusul Karangasem dengan 58 peserta, Badung dan Gianyar dengan 53 orang peserta, Tabanan dengan 52 orang peserta, Denpasar 50 orang peserta, Jembrana 36 orang peserta, Klungkung 24 orang peserta, dan Bangli 20 orang peserta.
Untuk STQH XXVIII, terdapat 11 cabang lomba yang dipertandingkan. Mulai dari Tilawah golongan anak-anak hingga dewasa, berbagai kategori Hifdzil Qur’an (1, 5, 10, 20, dan 30 juz), Tafsir Al-Qur’an, Hifdzil Hadis (100 hadits bersanad dan 500 hadits tanpa sanad), hingga Karya Tulis Ilmiah Hadis.
Sementara itu, pada FSBI III Bali 2025, peserta akan berlomba dalam empat cabang: Bintang Vokalis golongan anak-anak dan remaja putra/putri, serta Festival Qasidah Rebana Klasik dan Kolaborasi.
Ketua Umum Panitia STQH XXVIII dan FSBI III, H. Mulyadi Putra mengatakan, lomba itu sengaja digelar untuk menegaskan pentingnya merawat toleransi di tengah kehidupan sosial yang multikultural.
“Ini momentum strategis untuk meneguhkan semangat inklusivitas, mempererat ukhuwah, dan menanamkan nilai toleransi dalam bingkai kebudayaan Bali,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya