Radarbuleleng.jawapos.com- Dua festival terselenggara dalam waktu berdekatan di Kabupaten Buleleng, yakni Lovina Festival (Lovfest) dan Buleleng Festival (Bulfest).
Tentu saja acara meriah ini menjadi ajang promosi pariwisata. Sebab selain meningkatkan tingkat hunian atau okupansi, juga memutar roda perekonomian di Bali utara.
Baru saja Lovfest usai, yang terselenggara pada Kamis (24/7) sampai Minggu (27/7) di kawasan Pantai Lovina, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Dalam waktu dekat atau Senin (18/8) sampai Sabtu (23/8) juga akan terlaksana Bulfest di kawasan Tugu Singa Ambara Raja.
”Festival-festival yang diselenggarakan ini, sebagai upaya promosi pariwisata dan budaya. Sebab dengan investasi promosi pariwisata, berpengaruh juga bagi pengembangan ekonomi daerah,” ujar Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna.
Menurutnya, festival yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng, tidak sekedar anggapan buang-buang duit belaka, melainkan wahana promosi. Yakni promosi pariwisata.
Sebab melalui festival pula, dapat dilakukan pementasan atraksi budaya hingga memberi ruang bagi pelaku usaha.
Lovfest 2025 menjadi contoh nyata bahwa promosi pariwisata melalui festival bisa dilaksanakan secara cerdas, bahkan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buleleng.
Ini terbukti dengan jumlah kunjungan selama gelaran acara tersebut mencapai 20 ribu orang, melewati target 12-18 ribu pengunjung. Pengunjung pun beragam, mulai dari orang lokal sampai asing.
Selain itu, okupansi hotel juga tercatat rata-rata 85 persen. Yang lebih keren, beberapa hotel favorit, tingkat huniannya sampai 100 persen alias full.
”Karena melalui festival, tidak hanya ajang hiburan, tetapi juga wujud komitmen Pemkab Buleleng untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan seni budaya Bali utara, sekaligus mendorong roda perekonomian,” tegas Supriatna.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara menegaskan, spirit sinergi dan kolaborasi memang penting dalam promosi pariwisata.
Apalagi lancarnya Lovfest dengan perputaran ekonomi mencapai Rp600 juta, diharapkan menular juga ke Bulfest.
Sama seperti Lovfest, Bulfest pun target kunjungan tidak hanya dari domestik saja, melainkan juga mancanegara.
Apalagi festival yang identik digelar pada Agustus, kembali lagi digelar dengan tema tentang topeng.
Latar belakang temanya, banyaknya koleksi topeng di Bali utara, sekaligus Buleleng pernah menjadi tuan rumah acara topeng sedunia.
”Target kunjungan Buleleng Festival, untuk wisatawan asing sebanyak dua ribu orang, dari Eropa dan China. Kalau domestik 30 ribu orang,” tegas Dody yakin.
Maka dengan itu juga tujuan adanya festival untuk memperkuat identitas budaya daerah, hingga meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah, serta mendorong berkembangnya pariwisata budaya, dapat berjalan.***
Editor : Donny Tabelak