Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gara-gara Porsi MBG Minimalis, SPPG Pemaron Tutup Sementara

Francelino Junior • Jumat, 5 September 2025 | 01:35 WIB

 

CEK MENU: Tim Disdikpora Buleleng mengecek menu MBG yang diberikan kepada siswa di SDN 1 Baktiseraga.
CEK MENU: Tim Disdikpora Buleleng mengecek menu MBG yang diberikan kepada siswa di SDN 1 Baktiseraga.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Porsi minimalis menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SDN 1 Baktiseraga berbuntut panjang.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buleleng Pemaron yang menjadi lokasi pembuatan makanan menghentikan sementara aktivitas dapur.

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penutupan sementara untuk melakukan perbaikan tata kelola dalam penyediaan makan siang yang diterima siswa.

Kepastian penutupan sementara itu tertuang dalam surat nomor 01/SP/SPPG.BBP/IX/2025 tertanggal 4 September 2025, dengan kop Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam surat tersebut, dijelaskan kalau satuan tersebut untuk sementara waktu tidak beroperasional. Ini juga berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan operasionalnya.

”SPPG Buleleng Buleleng Pemaron tidak beroperasional karena akan melaksanakan perbaikan manajemen pengelolaan dapur agar dapat melaksanakan pemberian MBG dengan maksimal,” tulis Kepala SPPG Buleleng Buleleng Pemaron, I Putu Yudisthira Putra Narmada dalam surat yang diterima Radar Buleleng pada Kamis (4/9/2025).

Baca Juga: Duar! Tabung Gas Meledak, Dua Orang Warga Pengastulan Buleleng Alami Luka Bakar

Adapun SPPG ini melayani sejumlah sekolah di Kota Singaraja. Diantaranya SMPN 2 Singaraja, SDN 1 Banyuasri, SDN 4 Banyuasri, SDN 1 Pemaron, SDN 2 Pemaron, SDN 1 Baktiseraga, TK Shinta Kumara, TK Dewi Kumara, dan TK Immanuel . 

”Operasional kembali akan dilaksanakan secara bertahap, dalam pendistribusian ke sekolah penerima saat ini,” sambung isi suratnya.

Terpisah, Wakil Koordinator PJ BGN Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya Krisna Satria Darma mengatakan, pihaknya bersama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng hanya bertindak sebagai mitra kerjasama, agar penerima manfaat baik sekolah dan siswa, mendapatkan MBG sesuai dengan semestinya.

Ia menjelaskan, penataan tampilan maupun pemilihan menu, sepenuhnya kewenangan di SPPG. Menu sudah disusun oleh ahli gizi yang tersedia di masing-masing mitra BGN. 

Menu-menu itu sudah disusun berdasarkan rencana anggaran, yang dikelola selama sepuluh hari. Sebab program MBG berlangsung selama lima hari kerja tiap minggunya.

”Kami tindak lanjuti hal tersebut ke SPPG penyedia. Kami luruskan dan tindak lanjuti, agar yang jadi keresahan masyarakat, mengenai penyediaan, penataan, dan proses olah menu MBG dapat terselesaikan,” ujar Krisna Satria.

Sebelumnya ramai tampilan menu MBG di SDN 1 Baktiseraga terkesan sederhana dan apa adanya. 

Dalam postingan di media sosial, terlihat menunya berisi nasi, sepotong tahu, sebutir bakso, kangkung, dan anggur. 

Setelah postingan itu viral, sejumlah netizen juga ikut angkat bicara. Mereka mengaku anak-anak mereka terlambat mendapat pengiriman makanan.

Bahkan ada pula yang mengaku jika anak-anak di sekolah sempat mendapatkan menu ayam goreng tepung yang sudah berbau. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #makanan #dapur #badan gizi nasional #SPPG #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #makan siang #porsi #BGN #menu #gizi #sdn 1 baktiseraga #sekolah #ahli gizi #manajemen #buleleng #siswa #pemaron