SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sejumlah desa pelosok di Kabupaten Buleleng hingga kini masih gelap gulita karena minim Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai rawan dan membahayakan keselamatan saat melintas di malam hari.
Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana mengatakan, persoalan LPJU sudah berulang kali disuarakan masyarakat, terutama dari wilayah pedalaman.
“Beberapa desa masih gelap gulita. Tentu cukup berbahaya bagi warga. Kami mendorong agar penanganan LPJU bisa lebih berkeadilan di semua kecamatan. Tapi kami juga memahami kondisi anggaran perubahan yang serba terbatas,” kata Masdana.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, mengakui penambahan dan perbaikan LPJU tidak bisa dilakukan sekaligus.
Selain karena jumlah titik LPJU di Buleleng mencapai belasan ribu, ketersediaan anggaran juga sangat terbatas.
Tahun ini, Dishub hanya bisa memasang 93 titik LPJU baru dan memperbaiki 150 titik yang mati maupun rusak.
Anggaran bersumber dari hasil pergeseran dana. Salah satunya hasil efisiensi tagihan listrik LPJU setelah menerapkan sistem meterisasi.
Gunawan mendorong desa ikut terlibat melalui Dana Desa (DD) untuk pengadaan lampu jalan.
“Secara teknis, desa harus koordinasi dengan Dishub. Kami yang melakukan survei dan menghitung estimasi. Nanti uang pengadaan dari desa, sementara biaya listrik ditanggung Pemkab,” ujarnya.
Sejumlah desa sudah mulai mengalokasikan DD untuk LPJU, seperti Desa Pedawa di Kecamatan Banjar. Ada pula tambahan lampu dari anggota DPRD melalui dana reses.
“Kalau lampu sudah ada, pemasangan bisa kami bantu,” imbuh Gunawan.
Untuk tahun 2026, Dishub belum berencana menambah titik baru. Fokus pemerintah daerah hanya memperbaiki 400 dari sekitar 2.000 LPJU yang mengalami kerusakan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya