Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Antisipasi Kekeringan, Dinas Pertanian Buleleng Siapkan 8 Pompa Air

Eka Prasetya • Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:40 WIB

 

GARAP LAHAN: Petani tampak menggarap lahan pertanian di Buleleng. Jatah pupuk bersubsidi tahun ini merosot, sehingga dikhawatirkan berdampak pada harga pangan, khususnya komoditas beras.
GARAP LAHAN: Petani tampak menggarap lahan pertanian di Buleleng. Jatah pupuk bersubsidi tahun ini merosot, sehingga dikhawatirkan berdampak pada harga pangan, khususnya komoditas beras.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Menghadapi musim kemarau, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menambah dua unit pompa air. 

Dengan tambahan tersebut, kini tersedia delapan unit pompa yang siap dipinjamkan kepada kelompok tani atau subak yang mengalami kendala irigasi.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi turunnya debit air saat kemarau.

“Kami sudah menyiapkan delapan pompa air untuk dipinjamkan. Biasanya di musim kemarau debit air berkurang, termasuk untuk irigasi. Tapi sejauh ini masih aman, belum ada laporan subak yang mengalami kekeringan,” jelasnya.

Meski demikian, petani di Buleleng tahun ini lebih banyak meminjam traktor ketimbang pompa air. Mereka memanfaatkannya untuk membuka lahan dan bersiap menanam. 

Menurut Melandrat, lahan sawah yang rawan kekeringan kini semakin berkurang, seiring dengan edukasi pola tanam yang terus dilakukan Dinas Pertanian.

“Subak sudah terbiasa mengatur pola tanam. Saat kemarau, petani di hulu biasanya masih bisa menanam padi. Sementara petani di hilir disarankan menanam palawija. Cara ini efektif mencegah gagal panen,” imbuhnya.

Selain pompa air, dukungan lain juga datang berupa pembangunan sumur dangkal di lahan petani. 

Bantuan sarana pertanian dari pemerintah pusat turut memperkuat ketahanan pangan di Buleleng.

“Contohnya di Gerokgak. Sebelum ada sumur dangkal, saat kemarau hanya bisa tanam 1 hektare jagung. Sekarang bisa 6 hektare. Dampaknya sangat terasa,” demikian Melandrat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#palawija #sumur #traktor #irigasi #air #kemarau #pertanian #sawah #subak #buleleng #pompa air