RadarBuleleng.id - Rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) di Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan perkembangan.
PT BIBU Panji Sakti selaku penggagas proyek bandara, menjalin kerjasama strategis dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk mengembangkan sektor pendidikan dan pemeliharaan pesawat di kawasan utara Bali.
Melalui kerja sama tersebut, PT DI akan berperan penting dalam penyelenggaraan Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) serta Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di area bandara.
Dalam dunia penerbangan, AMTO merupakan lembaga resmi berlisensi Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI yang bertugas mencetak teknisi bersertifikat internasional.
Sementara MRO menjadi pusat layanan perawatan dan perbaikan pesawat untuk memastikan keamanan dan kelayakan operasionalnya.
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Marsekal Muda TNI (Purn.) Gita Amperiawan, menyebut kerjasama tersebut bukan hanya soal pembangunan fisik bandara, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan dan industri penerbangan di wilayah timur Indonesia.
“Kami ingin Bali Utara menjadi pusat pendidikan aviasi baru. Nantinya akan ada program sarjana plus bekerja sama dengan para rektor di Bali untuk mencetak SDM unggul di bidang penerbangan. Anak muda Bali harus jadi bagian dari rantai industri pesawat, bukan sekadar penonton,” ujar Gita usai menerima Lencana Kehormatan Puri Ageng Blahbatuh Gianyar, Rabu (15/10/2025) malam.
Sebagai langkah awal, PT DI akan mengaktifkan pusat pelatihan di Lapter Letkol Wisnu, yang kini disiapkan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dan pelatihan kedirgantaraan di Bali Utara.
Lapter Letkol Wisnu, yang berlokasi di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, memang pernah digunakan untuk kegiatan sekolah penerbangan (flying school).
Landasan pacu sepanjang 900 meter di bandara tersebut cukup untuk pesawat kecil, namun belum bisa menampung penerbangan komersial besar.
Rencananya, fasilitas tersebut akan ditingkatkan menjadi pusat pelatihan teknisi dan mekanik bersertifikasi internasional.
Lulusan program diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga ahli tidak hanya untuk Bandara Internasional Bali Utara, tetapi juga bandara-bandara lain di kawasan Indonesia timur.
“Kami akan menjadikan Bandara Letkol Wisnu sebagai bagian penting dalam persiapan operasional Bandara Internasional Bali Utara. Dari sinilah lahir tenaga ahli penerbangan yang siap menggerakkan industri dirgantara nasional,” kata Gita. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya