SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Suasana apel pagi di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Kamis (23/10/2025), mendadak berubah tegang.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, para pegawai diminta mengikuti tes urine dadakan yang digelar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng.
Ketegangan itu perlahan mencair setelah hasil pemeriksaan keluar. Dari seluruh sampel yang diambil, tidak ada satupun pegawai yang terindikasi menggunakan narkotika maupun psikotropika.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan kerja di Disdikpora benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Tes acak juga menjadi bagian dari deteksi dini dalam upaya pencegahan peredaran gelap narkotika di instansi pemerintahan.
Menariknya, bukan hanya staf, pejabat teras Disdikpora pun ikut menjalani pemeriksaan.
”Tes urine dilakukan secara acak terhadap 15 orang pegawai Disdikpora Buleleng. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif,” ujar Kasubag Umum BNNK Buleleng, Made Melly Suardani.
Menurutnya, kolaborasi antara Disdikpora dan BNNK ini diharapkan menjadi contoh nyata komitmen ASN dalam perang melawan narkoba.
“Kegiatan seperti ini seharusnya bisa menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk ikut menegakkan integritas ASN,” imbuhnya.
Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menegaskan bahwa hasil negatif dari seluruh peserta memperkuat semangat instansinya untuk terus menjaga integritas.
”Hasil negatif dari 15 pegawai yang dipilih secara acak ini menjadi bukti nyata bahwa Disdikpora berkomitmen menjadi institusi bersih narkoba. Tekad bebas narkoba harus melekat di setiap individu ASN,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya