Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sumpah Pemuda jadi Pengingat Generasi Muda Buleleng untuk Cinta Tanah Air

Francelino Junior • Selasa, 28 Oktober 2025 | 19:32 WIB

 

ilustrasi sumpah pemuda
ilustrasi sumpah pemuda

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sumpah Pemuda bukan sekadar teks sejarah, melainkan simbol semangat persatuan dan cinta tanah air yang masih relevan hingga kini. 

Setelah 80 tahun, semangat itu tetap menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun di tengah derasnya arus digital dan budaya populer, nilai Sumpah Pemuda seolah mulai tersisih. 

Lagu-lagu bertema cinta yang viral hingga lagu funkot, lebih sering digaungkan ketimbang ikrar bersejarah yang menyatukan bangsa ini.

Meski begitu, masih banyak anak muda yang memahami makna Sumpah Pemuda dan berusaha menerapkannya dalam keseharian.

“Sebagai mahasiswa, isi Sumpah Pemuda seperti pengingat agar tetap cinta Indonesia dan tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan,” ujar Putu Ayu Putri Anggarini, mahasiswa IAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Senada disampaikan Kadek Eviliani, mahasiswa kampus yang sama. Ia menilai Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan yang perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Saya berusaha menghargai perbedaan pendapat, bekerja sama, menjaga lingkungan, dan berbuat positif bagi sekitar,” katanya.

Sementara itu, Amanda Christin Fanggidae, mahasiswa Undiksha, menambahkan bahwa semangat itu juga bisa diwujudkan dengan cara sederhana.

“Bisa dimulai dari berbahasa Indonesia dengan baik, mencintai produk lokal, dan melestarikan kebudayaan daerah,” ujarnya.

Untuk memperkuat semangat tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng telah menggelar beragam kegiatan sejak Agustus lalu. 

Mulai dari lomba gerak jalan, jambore kepemudaan di kawasan Danau Buyan, hingga dialog kebangsaan yang menyasar siswa SMA/SMK.

Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan nilai perjuangan, kebersamaan, serta membangkitkan kreativitas generasi muda sebagai penerus bangsa.

“Anak muda sekarang tidak cukup hanya didorong untuk setia kepada negara dan menjaga Pancasila. Mereka juga harus memiliki semangat patriotisme dan jiwa entrepreneurship,” tegas Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata.

Surya Bharata menambahkan, di era digital seperti sekarang, pemuda harus mampu menjaga diri agar tidak terjerumus ke hal negatif. 

Ia menekankan pentingnya bersikap bijak di media sosial, menjauhi narkoba, serta aktif dalam kegiatan produktif.

Pemkab Buleleng juga mendorong generasi muda agar terus berinovasi dan berkreasi, termasuk menjadi pelaku usaha berbasis budaya lokal. 

Menurut Surya Bharata, membangun generasi emas 2045 harus dimulai dari sekarang dengan memperkuat karakter dan kualitas SDM muda.

“Tantangan ke depan bukan lagi soal jumlah, tapi kualitas. Dunia sekarang bergerak cepat dan menuntut kreativitas tinggi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seperti pisau bermata dua. Bisa membawa manfaat besar jika digunakan dengan bijak, tetapi juga berisiko jika disalahgunakan.

“Gunakan teknologi untuk hal positif, minimal bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#lomba #mahasiswa #generasi muda #tanah air #pemuda #pendidikan #undiksha #sumpah pemuda #Disdikpora #nkri #buleleng