Rawan Tumbang, BPBD Buleleng Gencarkan Pemangkasan Pohon di Jalan Raya Singaraja-Seririt

Eka Prasetya • Dipublikasikan Minggu, 9 November 2025 | 20:16 WIB

 

PANGKAS POHON: Tim BPBD Buleleng bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng memangkas pohon perindang jalan yang rawan tumbang di Jalan Raya Singaraja-Seririt.
PANGKAS POHON: Tim BPBD Buleleng bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng memangkas pohon perindang jalan yang rawan tumbang di Jalan Raya Singaraja-Seririt.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Menjelang puncak musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng bergerak cepat melakukan pemangkasan pohon perindang di sepanjang Jalan Raya Singaraja–Seririt. 

Puluhan pohon yang dinilai berbahaya dan rawan tumbang, mulai dipangkas karena dinilai berisiko tumbang saat cuaca ekstrem.

Pemangkasan dilakukan di titik-titik paling rawan, terutama di kawasan Desa Temukus, Banjar, dan Dencarik. 

Kegiatan tersebut dijadwalkan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas kendaraan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi puncak cuaca ekstrem yang telah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

Baca Juga: Jabatan Kepala Bappeda Buleleng Masih Kosong, Pemerintah Bersiap Buka Lelang Jabatan

Hasil asesmen bersama Balai Jalan menunjukkan beberapa pohon masuk kategori rawan patah dan tumbang.

“Dari hasil asesmen, ada sejumlah pohon yang cukup riskan. Kami sudah berkoordinasi dengan Bali Jalan untuk melakukan pemangkasan dan perapian pohon yang memang perlu dirapikan,” ujar Suyasa.

Untuk memudahkan proses pemangkasan, BPBD juga meminjam armada skylift milih Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng.

Suyasa mengungkapkan, BPBD kerap menerima permintaan warga terkait pemangkasan pohon di sekitar pemukiman. 

Namun, masyarakat diimbau untuk tetap mengajukan permohonan melalui pemerintah desa terlebih dahulu agar penanganannya bisa terkoordinasi.

“Kalau sudah melalui jalur desa, kami siap turun untuk asesmen dan membantu pekerjaan lapangan, terutama yang membutuhkan peralatan berat,” jelasnya.

Selain jalur nasional, BPBD juga memetakan sejumlah wilayah rawan terdampak cuaca ekstrem, terutama di kawasan dataran tinggi seperti Kecamatan Sukasada, Banjar, dan Kubutambahan. 

Daerah-daerah tersebut memiliki risiko tinggi terhadap bencana pohon tumbang hingga tanah longsor.

“Mitigasi terus kami perkuat lewat kolaborasi bersama TRC, DLH, PUTR, Damkar, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, hingga desa. Tujuannya agar penanganan bencana bisa cepat dan optimal,” tutup mantan Camat Tejakula ini. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
DLH badan penanggulangan bencana daerah pohon perindang bmkg pohon bpbd buleleng lalu lintas tumbang pemangkasan bpbd buleleng cuaca ekstrem Balai Jalan