Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Permintaan “Copot Cincin” Meningkat, Damkar Buleleng Kebanjiran Layanan Penyelamatan Unik

Eka Prasetya • Selasa, 2 Desember 2025 | 00:50 WIB

 

LEPAS CINCIN: Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng melepas cincin yang membelit tangan seorang warga.
LEPAS CINCIN: Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng melepas cincin yang membelit tangan seorang warga.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Buleleng kini bukan hanya melakukan pemadaman kebakaran.

Mereka juga mendapat tugas baru yang terkait dengan fungsi penyelamatan. Mulai dari menyelamatkan satwa liar, mengevakuasi hewan yang masuk sumur, menyelamatkan HP yang tercebur, hingga melepas cincin dari jari.

Nah permintaan melepas cincin merupakan salah satu permohonan yang paling sering diajukan warga. Bahkan kerap membuat petugas kewalahan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, Arya Suardana menjelaskan, permintaan pelepasan cincin datang dari berbagai usia. 

Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan bayi dan balita yang jari tangannya membengkak seiring pertumbuhan. 

“Dalam sebulan rata-rata 5–6 kasus. Mayoritas orang dewasa, tapi ada juga pelajar, mahasiswa, sampai bayi,” kata Arya yang didampingi Kepala Seksi Informasi dan Pengolahan Data Damkar Buleleng, Ketut Gede Mahendra.

Tak hanya dari Buleleng, warga dari Pupuan, Kabupaten Tabanan juga datang meminta 

bantuan. Layanan ini bisa diakses di seluruh pos penyelamatan, atau petugas akan turun langsung jika kasus membutuhkan penanganan khusus. Warga cukup membawa KTP dan menandatangani surat pernyataan sebelum tindakan dilakukan.

Suardana juga mengungkap satu kasus unik yang pernah ditangani: pemotongan cincin pada jenazah di Kelurahan Paket Agung atas permintaan keluarga. 

“Cincinnya harus dilepas karena terkait kepercayaan. Petugas memotong saat jenazah sudah berada dalam freezer,” tuturnya.

Untuk satu penanganan, Damkar biasanya menurunkan 4–5 personel. Ada yang memotong cincin, memegang posisi tangan, mendokumentasikan, hingga menyiram air untuk mencegah panas dari gesekan alat. 

Pada penanganan bayi, personel ditambah karena perlu memastikan korban tetap tenang.

Meski permintaan terus meningkat, fasilitas Damkar Buleleng masih jauh dari ideal. Hingga kini petugas masih mengandalkan gerinda mini, alat sederhana yang berisiko tinggi. 

“Peralatan kami memang terbatas. Gendra mini itu resikonya besar, tapi sejauh ini Astungkara tidak ada petugas terluka karena TRC bekerja sangat hati-hati,” kata Mahendra.

Sebagian petugas bahkan belajar secara otodidak untuk menguasai teknik ini, meski beberapa sudah mengikuti pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC). 

Mahendra menyebut daerah seperti Jakarta dan Bandung sudah menggunakan teknologi modern untuk pemotongan cincin, sedangkan Buleleng belum memiliki perangkat serupa.

Damkar Buleleng berharap dukungan pengadaan alat yang lebih aman dan memadai segera terealisasi, mengingat permintaan layanan penyelamatan non kebakaran terus melonjak sejak 2022. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#penyelamatan #kebakaran #pemadam kebakaran #cincin #satwa liar #damkar #buleleng #Jari