Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Antisipasi Cacar Sapi Meluas, Dinas Pertanian Buleleng Uji 25 Sampel Sapi di Gerokgak

Eka Prasetya • Kamis, 22 Januari 2026 | 13:25 WIB

 

CEK SAMPEL: Petugas mengambil sampel pada seekor sapi yang diduga terjangkit penyakit cacar sapi.
CEK SAMPEL: Petugas mengambil sampel pada seekor sapi yang diduga terjangkit penyakit cacar sapi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dinas Pertanian Buleleng mengambil langkah pencegahan menyusul temuan dugaan sapi terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD) alias cacar sapi di wilayah Kecamatan Gerokgak. 

Sebanyak 25 sampel sapi telah dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk memastikan status penyakit tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, pengambilan sampel dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dini guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit, mengingat hasil uji laboratorium hingga kini belum diterima.

“Kami belum mendapatkan vaksin karena saat ini masih difokuskan di Kabupaten Jembrana. Namun kami sudah mengusulkan. Hasil laboratorium juga belum keluar, kemungkinan hari ini sudah ada informasi,” ujar Melandrat, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, sampel tidak hanya diambil dari sapi yang menunjukkan gejala klinis mengarah ke cacar sapi, tetapi juga dari sapi lain di sekitar lokasi temuan. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan potensi sebaran penyakit secara lebih luas.

“Tidak hanya dua ekor yang sudah menunjukkan ciri-ciri identik cacar sapi, tetapi di kawasan sekitarnya juga kami ambil sampel. Ini untuk memastikan sebarannya, sehingga pemerintah provinsi melalui BBVet bisa mengambil keputusan yang tepat,” jelasnya.

Melandrat menegaskan, apabila hasil uji laboratorium nantinya menyatakan positif cacar sapi, vaksinasi akan segera dilakukan. 

Namun vaksin hanya diberikan kepada sapi yang masih dalam kondisi sehat, bukan sapi yang sudah terinfeksi.

“Kalau sudah ada kejadian, yang divaksin itu sapi sehat, bukan yang terkena. Vaksin cacar sapi berbeda dengan vaksin PMK, meskipun sama-sama virus, jenis vaksinnya tidak sama,” tegas Melandrat.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Buleleng, populasi sapi di daerah ini mencapai 69.076 ekor yang tersebar di sembilan kecamatan. 

Kecamatan Gerokgak tercatat sebagai wilayah dengan populasi sapi tertinggi, yakni 23.539 ekor. Disusul Kecamatan Kubutambahan dengan 10.242 ekor dan Kecamatan Seririt sebanyak 7.783 ekor.

Dengan tingginya populasi ternak sapi di Kecamatan Gerokgak, Dinas Pertanian Buleleng menilai deteksi dini dan langkah mitigasi menjadi krusial untuk mencegah meluasnya penyebaran cacar sapi di wilayah Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pmk #Klinis #cacar #gerokgak #Cacar Sapi #sapi #Lumpy Skin Disease #pertanian #Lesdah Agus Muhajirin #BBVET #buleleng #penyakit #vaksin #veteriner #mitigasi