Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Abrasi Pantai Ancam Pesisir Buleleng, Delapan Titik Masuk Kategori Terparah

Eka Prasetya • Minggu, 1 Februari 2026 | 06:57 WIB
RUSAK PARAH: Kondisi abrasi di pesisir Lingkungan Kayubuntil Barat, Kelurahan Kampung Anyar, Buleleng.
RUSAK PARAH: Kondisi abrasi di pesisir Lingkungan Kayubuntil Barat, Kelurahan Kampung Anyar, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ancaman abrasi pantai masih membayangi wilayah pesisir Kabupaten Buleleng, Bali. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng mencatat sedikitnya delapan titik abrasi masuk kategori terparah, tersebar dari wilayah barat hingga timur Buleleng.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra menyebut abrasi terjadi hampir merata di sepanjang pesisir utara Buleleng. 

Sejumlah kecamatan mengalami dampak cukup signifikan, di antaranya Kecamatan Buleleng, Gerokgak, dan Sawan.

“Tapi secara umum abrasi di pesisir utara Buleleng ini termasuk lumayan parah, hampir di seluruh kawasan ada terdampak,” ujar Adiptha.

Berdasarkan data Dinas PUTR Buleleng, panjang garis pantai di Buleleng mencapai 157,05 kilometer. Dari bentang tersebut, tercatat delapan titik abrasi terparah dengan total volume kerusakan sekitar 2.090 meter kubik.

Delapan titik rawan abrasi itu meliputi Pantai Segara Rupek dan Pantai Gerokgak di Kecamatan Gerokgak, Pantai Kubutambahan di Kecamatan Kubutambahan, Pantai Kelurahan Banyuning, Kelurahan Kampung Anyar, Kelurahan Kampung Bugis di Kecamatan Buleleng, serta Pantai Desa Giri Emas di Kecamatan Sawan.

“Yang paling parah terjadi di Pantai Banyuning dengan luas abrasi mencapai sekitar 500 meter kubik,” jelas Adiptha.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kondisi abrasi di Buleleng relatif serupa dan cenderung berulang. 

Namun jika disejajarkan dengan wilayah pesisir lain di Bali, abrasi di pesisir utara Buleleng dinilai lebih berat.

“Secara tren mirip dengan tahun lalu, tapi untuk kawasan utara Buleleng, ini termasuk parah,” katanya.

Adiptha mengungkapkan, data abrasi tersebut telah dihimpun dan dijadikan dasar penyusunan usulan penanganan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida selaku pemilik kewenangan. 

Dinas PUTR Buleleng terus melakukan pemetaan titik-titik rawan abrasi sebagai langkah awal penentuan skala prioritas pembangunan infrastruktur pengaman pantai.

“Datanya sudah ada dan terus kami perbarui. Penanganan jangka panjang ini paling efektif memakai pasangan batu armor,” demikian Adiptha. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Kampung Anyar #abrasi #gerokgak #abrasi pantai #pantai #kubutambahan #Banyuning #kampung bugis #pesisir #Giri Emas #Pura Segara Rupek #garis pantai #buleleng #tata ruang