SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kasus ditemukannya jenazah mahasiswa di dasar jurang Jembatan Shortcut Jalan Raya Singaraja–Denpasar terus menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, pihak keluarga meyakini bahwa korban bukan meninggal karena ulah pati.
Korban diketahui bernama I Putu Gde Pradnya Nolan Toli, 22, warga Perumahan Wira Bakti, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Bali.
Ia ditemukan tak bernyawa di jurang wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kamis (26/6/2026), setelah sepeda motor miliknya terparkir berjam-jam di atas jembatan.
Seorang netizen melalui unggahan akun Facebook Ame Darma Yasa, menyampaikan pesan menyentuh sekaligus klarifikasi terkait kondisi terakhir Nolan sebelum kejadian.
“Anak tyang I Putu Gede Pradnya Nolan Toli baru saja menyelesaikan ujian skripsi tanggal 19/2/2026. Mogi pianak tiang memargi antar menuju keabadian,” tulisnya.
Netizen itu mengungkapkan, sebelum kejadian, Nolan sempat menelepon dan memberi kabar kepada keluarganya bahwa ia telah menyelesaikan proses jilid skripsi serta mendaftar yudisium atau wisuda.
Baca Juga: Terseret Kasus Persetubuhan Anak, Kejaksaan Buleleng Tahan Pemuda Berusia 19 Tahun
Nolan diketahui tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Ia tergolong mahasiswa aktif, bahkan sempat bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di fakultas.
Dalam percakapan melalui sambungan telepon itu, korban terdengar bahagia dan berencana pulang ke Singaraja.
“Dia cerita di telepon dengan happy bilang akan segera pulang dulu mau buat kandang ayam,” lanjut akun tersebut.
Namun di tengah perjalanan pulang, ponsel korban tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Pesan yang sebelumnya terkirim berubah menjadi centang satu.
Keluarga juga mengungkapkan, Nolan memiliki hobi fotografi dan selalu membawa kamera saku ke mana pun pergi. Saat ditemukan, kamera tersebut ikut terjatuh dan dalam kondisi pecah di lokasi kejadian.
Menurut pihak keluarga, besar kemungkinan korban sempat berhenti untuk mengambil foto atau swafoto di sekitar jembatan, terlebih kondisi cuaca baru saja reda setelah hujan yang biasanya menyuguhkan panorama alam yang indah.
“Ini terbukti dari kamera yang dibawa ikut ditemukan jatuh dan pecah di tempat kejadian,” tulisnya lagi.
Keluarga meyakini kuat bahwa tidak ada alasan yang mengarah pada tindakan mengakhiri hidup.
“Kami sekeluarga meyakini tidak ada hal yang mengarahkan anak tyang Nolan mengambil jalan pintas kematian dan ini adalah musibah buat anak tyang dan kami sekeluarga,” tegasnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menyatakan pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Polisi belum dapat menyimpulkan apakah ada unsur tindak pidana atau murni kecelakaan.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk menjalani autopsi. Hingga kini, aparat masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri barang bukti di lokasi kejadian. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya