Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pemkab Buleleng Habiskan Rp 14,1 Miliar untuk Penataan Pantai Lovina. Target Tuntas Dalam 4 Bulan

Francelino Junior • Selasa, 3 Maret 2026 | 16:43 WIB

 

PENATAAN: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra melakukan peletakan batu pertama tanda proyek penataan kawasan wisata Lovina dimulai.
PENATAAN: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra melakukan peletakan batu pertama tanda proyek penataan kawasan wisata Lovina dimulai.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng mulai melakukan penataan di kawasan Pantai Lovina, yang menjadi ikon pariwisata di Bali Utara. 

Proyek yang digadang-gadang mengembalikan kejayaan ikon pariwisata Buleleng itu diawali dengan upacara ngeruak dan mecaru di Pantai Tasik Madu, pada Selasa (3/3/2026) pukul 07.00 WITA.

Adapun proyek tersebut dikerjakan CV Tenaga Inti dengan nilai kontrak Rp 14,1 miliar. Kontrak efektif berlaku sejak Senin (2/3/2026) dengan masa pengerjaan selama 120 hari kalender, sehingga ditargetkan rampung pada 3 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan kontraktor lokal.

”Yang mengerjakan local boy (kontraktor lokal). Empat bulan proyek ini eksekusi. Batasnya dari Jalan Mawar sampai tukad dekat Spice Beach. Sumber dananya dari BKK Badung,” ujarnya.

Adiptha menyebut proyek tersebut merupakan penataan tahap pertama. Pada tahap pertama, fokus pekerjaan meliputi perbaikan drainase dan Jalan Binaria–Mawar sebagai akses utama ke Pantai Lovina. Selain itu, sejumlah aliran sungai di kawasan tersebut juga direvitalisasi.

Pedestrian yang sudah ada akan diperlebar dan dilengkapi lampu penerangan. Jalur tersebut sekaligus difungsikan sebagai jogging track untuk menunjang kenyamanan wisatawan maupun warga lokal.

Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas harapan masyarakat yang ingin melihat Lovina tampil lebih tertata dan representatif. Secara historis, Pantai Lovina dikenal sebagai titik nol perkembangan pariwisata di Buleleng.

Pelaku pariwisata Lovina, Nyoman Arya Astawa menyebut penataan tersebut sebagai momentum mengembalikan marwah Lovina.

”Dengan penataan ini, akan kembalikan marwah Lovina. Apalagi jadi barometer pariwisata di Buleleng. Ketika ditata, akan menambah daya tarik,” ungkap pria yang akrab disapa Mang Dauh itu.

Pemkab Buleleng juga mengakomodasi masukan dari pelaku pariwisata yang bersentuhan langsung dengan wisatawan. Ke depan, kawasan ini diharapkan memiliki ruang pertunjukan budaya dan sentra kuliner yang tertata tanpa mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Lovina selama ini identik dengan atraksi lumba-lumba yang telah dikenal luas wisatawan domestik maupun mancanegara. Tak heran, hampir setiap wisatawan yang datang ke Buleleng menjadikan Lovina sebagai destinasi wajib.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan Lovina harus menjadi lebih istimewa. ”Lovina ditata agar jadi lebih spesial. Karena ini adalah ikon pariwisata Buleleng,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#jogging track #proyek #ikon #drainase #sungai #pemkab buleleng #mecaru #kontraktor #pariwisata #lovina #bali utara #pekerjaan umum