SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Nama Putu Wini Lestari, 17, masih terus disebut di lingkungan SMAN 2 Banjar.
Siswa yang dikenal aktif dan disiplin itu hingga kini masih dalam pencarian setelah hilang saat banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (6/3/2026) lalu.
Di sekolahnya, kenangan tentang Wini masih begitu kuat. Rekan-rekan sekelas, guru, hingga keluarga terus berharap ia segera ditemukan.
Komang Suciasih, Ketua OSIS masa bakti 2025, mengenang Wini sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi saat aktif di organisasi sekolah. Tahun lalu, Putu Wini dipercaya menjabat sebagai Bendahara Pengurus OSIS.
“Putu Wini sangat berdedikasi saat menjabat sebagai Bendahara Pengurus OSIS Tahun 2025. Dia sangat disiplin dan selalu bersemangat saat berkegiatan,” ujar Suciasih.
Di mata teman-temannya, Wini dikenal mudah bergaul dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Ia kerap terlibat dalam berbagai agenda OSIS dan selalu hadir saat sekolah membutuhkan bantuan siswa.
Kenangan lain datang dari sepupunya, Ratna Ariantini. Ia menjadi orang terakhir yang dihubungi Wini sebelum peristiwa banjir bandang terjadi.
Menurut Ratna, saat itu Wini sempat menelepon untuk meminta bantuan karena rumahnya mulai diterjang banjir. Namun tidak lama setelah percakapan itu, situasi di lokasi semakin memburuk.
Ratna menceritakan bahwa tak lama setelah telepon tersebut, sebuah pohon besar menghantam rumah Wini. Sejak saat itu, komunikasi terputus dan Wini tidak lagi bisa dihubungi.
Sekejap kemudian terdengar kabar bahwa Putu Wini hilang terseret arus. Selain Wini, sang ibu Komang Suci, 44, dan sang adik, Kadek Wahyu Gunawan, 12.
Kepala SMAN 2 Banjar, Made Mahendra Eka Purusa mengatakan, bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar juga berdampak pada sejumlah siswa sekolah tersebut. Total ada 10 siswa yang terdampak, termasuk Wini.
Ia menjelaskan Wini merupakan salah satu siswa aktif yang dikenal baik oleh guru maupun teman-temannya. Selain aktif di OSIS sebagai bendahara, Wini juga dikenal disiplin dan mudah bergaul.
Mahendra mengaku peristiwa tersebut menjadi kabar yang sangat mengejutkan bagi pihak sekolah. Saat ini Wini sebenarnya sedang menjalani ujian praktik menjelang kelulusan.
“Wini sedang menempuh ujian praktik. Mestinya dua bulan lagi sudah kelulusan. Ini sangat mengejutkan bagi kami,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan moral, pihak sekolah bersama siswa dan guru menggelar doa bersama agar Wini segera ditemukan. Selain itu, sekolah juga menggalang donasi untuk membantu para siswa yang terdampak banjir.
Dalam waktu sekitar dua jam, donasi yang terkumpul dari siswa, guru, dan pegawai sekolah mencapai Rp13,6 juta.
Tidak hanya itu, pihak sekolah juga melakukan berbagai aksi kemanusiaan sejak beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (7/3/2026), mereka menggelar kegiatan bakti sosial.
Sementara pada Minggu (8/3/2026), guru dan siswa bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan rumah para siswa yang terdampak banjir dan dipenuhi lumpur.
Mahendra menambahkan, sepupu Wini, Ratna Ariantini, juga menjadi salah satu korban terdampak karena rumahnya roboh akibat banjir bandang. Hingga kini pihak sekolah masih terus memberikan pendampingan.
Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, kenangan tentang Wini terus hidup di antara teman-temannya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya