SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak 22 orang finalis dari kategori SMA/SMK se-Kabupaten Buleleng dan perangkat daerah tampil di ajang Singaraja Singing Competition (SSC) yang digelar di Gedung Kesenian Gede Manik Singaraja, Jumat (13/3/2026).
Kompetisi tarik suara tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-422 Kota Singaraja.
Para finalis menampilkan kemampuan vokal, penguasaan panggung, serta penampilan terbaik di hadapan dewan juri yang memiliki pengalaman di bidang tarik suara.
Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra mengapresiasi seluruh peserta yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Menurut Sutjidra, Buleleng memiliki banyak talenta muda di bidang seni vokal dan musik. Melalui kompetisi ini diharapkan bakat-bakat tersebut dapat muncul dan berkembang.
“Melalui Singaraja Singing Competition ini kita ingin memberi ruang bagi talenta muda Buleleng untuk menampilkan minat dan bakat mereka dalam seni tarik suara,” katanya.
Salah satu dewan juri, Gde Kurniawan, menjelaskan penilaian dalam kompetisi ini tidak hanya berfokus pada kualitas vokal, tetapi juga interaksi dan keselarasan bagi peserta kategori duet.
“Interaksi duet menjadi poin penting. Keduanya harus selaras dan tidak saling menonjolkan. Selain itu tentu kualitas suara juga menjadi penilaian utama,” jelasnya.
Hal senada disampaikan juri lainnya, I Gusti Ngurah Agung Suarnada. Ia menekankan pentingnya harmonisasi, improvisasi di atas panggung, serta kemampuan peserta dalam menguasai penampilan.
“Vokal, musikalitas, dan penguasaan panggung harus terlihat dalam penampilan peserta,” tegasnya.
Salah satu finalis dari Sekretariat DPRD Buleleng, Gede Anawi Diatmaja, yang berduet dengan Luh Restia Dewi mengaku telah melakukan persiapan selama dua minggu sebelum tampil.
“Persiapan sudah kami lakukan sekitar dua minggu, mulai dari latihan vokal, koreografi, hingga latihan panggung. Ini juga menjadi penampilan duet pertama kami,” ujarnya.
Sementara itu, Mahesa, peserta dari SMA Negeri 1 Kubutambahan, mengaku persiapannya terbilang singkat.
“Latihan seriusnya sekitar tiga hari sebelum pengumpulan video. Tapi kalau tampil di sekolah sebenarnya sudah sering,” katanya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya