SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sejumlah anak yang dipindahkan dari Panti Asuhan Ganesha Sevanam ke lembaga kesejahteraan sosial lain, mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil setelah beberapa hari menjalani masa adaptasi.
Salah satu lokasi penempatan anak adalah Panti Asuhan Narayan Seva di bawah naungan Yayasan Saiwa Dharma, Buleleng.
Ada delapan orang anak dari Panti Asuhan Ganesha Sevanam yang dipindahkan ke Narayan Seva. Hingga kini, kondisi anak-anak yang direlokasi disebut berangsur membaik.
Ketua Panti Asuhan Narayan Seva, Luh Maeri Arjani, memastikan kapasitas panti masih mencukupi untuk menampung tambahan anak.
Saat ini, total terdapat sekitar 75 anak asuh dan masih tersedia ruang untuk sekitar 15 anak lagi.
Ia menyebut anak asuh yang baru datang telah menjalani adaptasi dan penyesuaian. Setiap anak didampingi oleh kakak asuh.
“Kakak asuhnya lumayan banyak, mereka sudah biasa ngajak yang masih kecil. Jadi satu adik diasuh satu kakak. Bahkan untuk yang baru, bisa lebih dari satu kakak,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem kakak asuh yang diterapkan di panti membantu anak-anak baru beradaptasi lebih cepat. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun rasa aman dan kebersamaan di lingkungan baru.
Lebih lanjut Maeri mengatakan, anak asuh yang dipindahkan dari Panti Asuhan Ganesha Sevanam kondisinya cukup menggembirakan.
Mereka sudah berbaur dengan anak asuh lain. Bahkan mereka cukup aktif beraktivitas di arena bermain milik panti asuhan.
“Waktu baru datang sudah langsung bermain. Sejauh ini setelah dua hari tinggal, kondisinya cukup happy, sudah berbaur dengan yang lain,” jelasnya.
Sementara itu, perhatian juga difokuskan pada keberlanjutan pendidikan anak-anak, khususnya bagi mereka yang saat ini berada di rumah aman karena diduga menjadi korban dalam kasus yang menimpa panti sebelumnya.
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng, Putu Julikayati, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) untuk memberikan dispensasi kepada anak-anak tersebut.
“Untuk pendidikan, kami minta dispensasi utamanya kepada anak-anak yang menjadi korban dan sekarang di rumah aman. Kami sudah koordinasi dengan disdikpora agar bisa diberi kelonggaran,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah sekolah juga telah memberikan dukungan terhadap kondisi anak-anak tersebut. Bahkan, ada siswa yang tetap dipersiapkan untuk menghadapi ujian dalam waktu dekat.
“Kebetulan ada tiga orang anak yang mau ujian di tanggal 20-21 April. Selama ini mereka belajar dengan panduan dari sekolah supaya tidak ketinggalan. Dari guru dan kepala sekolah juga sudah sempat datang memberikan dukungan,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, relokasi dilakukan menyusul penghentian sementara operasional Panti Asuhan Ganesha Sevanam berdasarkan keputusan Bupati Buleleng, terkait dugaan kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap anak asuh.
Dari total 30 anak, sebanyak 8 orang anak saat ini berada di rumah aman, 12 orang anak kembali ke keluarga, 8 orang anak dipindahkan ke Panti Narayan, dan 2 orang anak masih berada di panti lama.
Pemerintah memastikan seluruh anak tetap mendapatkan perlindungan, termasuk pendampingan psikologis selama masa transisi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya