Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak, Ardian Putra Baru Sebulan jadi CPNS di BPS Buleleng

Eka Prasetya • Minggu, 26 April 2026 | 17:00 WIB
BARU BERTUGAS: Mendiang Ardian Putra Wardana, pegawai BPS Buleleng yang tenggelam di Air Terjun Tembok Barak. Ia baru sebulan bertugas dengan status sebagai CPNS di Buleleng. (instagram @ard_ptw)
BARU BERTUGAS: Mendiang Ardian Putra Wardana, pegawai BPS Buleleng yang tenggelam di Air Terjun Tembok Barak. Ia baru sebulan bertugas dengan status sebagai CPNS di Buleleng. (instagram @ard_ptw)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Duka menyelimuti keluarga dan rekan kerja Ardian Putra Wardana, 23, pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Buleleng.

Ardian meninggal dunia usai tenggelam di Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Jenazah korban ditemukan pada Minggu (26/4/2026) pagi. Selanjutnya mendiang langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pegawai BPS Buleleng, Ketut Ksama Putra, mengungkapkan keluarga korban telah datang ke Buleleng untuk proses penanganan jenazah sebelum akhirnya diberangkatkan.

“Kemarin keluarga sudah datang, dan tadi juga sudah langsung dipulangkan ke Yogyakarta,” ujar Ksama Putra seizin Kepala BPS Buleleng, Gede Iwan Santika.

Ksama Putra menyebut, korban merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru sekitar sebulan bertugas di Buleleng. 

Ardian diketahui merupakan lulusan sekolah kedinasan, tepatnya Politeknik Statistika STIS. Ia langsung ditempatkan di Buleleng setelah lulus.

“Statusnya CPNS, baru sebulan tugas di Buleleng. Beliau ini lulusan sekolah kedinasan, jadi kedisiplinannya sudah bagus. Rajin juga orangnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kepergian korban menjadi kehilangan besar bagi rekan-rekan di lingkungan BPS Buleleng, mengingat korban dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan berdedikasi.

Terkait kejadian, Ksama Putra menjelaskan bahwa kunjungan korban ke lokasi air terjun bukan agenda resmi instansi, melainkan kegiatan pribadi bersama rekan-rekannya.

“Itu acara pribadi. Mereka kebetulan lewat setelah ada kegiatan di Sukasada, lalu penasaran dan mencoba jalan-jalan ke sana,” jelasnya.

Namun mereka tak menyangka jika acara yang semestinya untuk berekreasi, justru berujung pada duka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ardian dilaporkan tenggelam saat berenang di Air Terjun Tembok Barak pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 16.30 WITA. Saat itu, ia bersama enam rekannya tengah beraktivitas di lokasi.

Korban diduga terseret arus deras hingga masuk ke pusaran air. Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh rekan-rekannya, namun tidak berhasil.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan pada Minggu pagi (26/4/2026) di kedalaman sekitar 6 hingga 7 meter, tidak jauh dari titik awal dilaporkan hilang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#air terjun #badan pusat statistik #bps #cpns #buleleng