Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Anjing Mengamuk di Banyuning Belum Ditemukan. Pemerintah Himbau Warga Jangan Liarkan Peliharaan

Eka Prasetya • Minggu, 26 April 2026 | 17:13 WIB
VAKSIN DULU: Petugas Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng melakukan vaksinasi terhadap anjing liar yang ditemukan di Kelurahan Banyuning. (Pemkab Buleleng)
VAKSIN DULU: Petugas Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng melakukan vaksinasi terhadap anjing liar yang ditemukan di Kelurahan Banyuning. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kasus gigitan anjing yang melukai 18 warga di Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng, Bali, masih menyisakan tanda tanya. 

Hingga kini, anjing yang diduga mengamuk dan menyerang warga tersebut belum berhasil ditemukan.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng, Gede Melandrat, mengungkapkan pencarian telah dilakukan secara intensif oleh aparat bersama masyarakat. Namun hasilnya masih nihil.

“Sampai hari ini anjing yang menggigit belum ketemu. Dari aparat pemerintah dalam hal ini kelurahan sampai kaling, desa adat, termasuk kami dari Distankan sudah melakukan pencarian, tapi belum ada hasil,” ujarnya.

Menurutnya, proses penelusuran terkendala minimnya informasi dari warga. Peristiwa terjadi menjelang malam, sehingga saksi tidak bisa memastikan ciri-ciri anjing secara detail.

Selain itu, lokasi gigitan yang tersebar juga menyulitkan pelacakan. Kejadian tidak terpusat di satu titik, melainkan terjadi di beberapa lokasi dalam waktu yang hampir bersamaan.

Melihat pola tersebut, pihaknya menduga pelaku gigitan bukan hanya satu ekor anjing.

“Secara umum, 18 orang yang digigit ini tidak di satu tempat. Menyebar lokasinya, kebetulan dalam sehari,” imbuhnya.

Upaya pencarian bahkan dilakukan hingga ke semak-semak dan area sekitar Pura Dalem Banyuning. 

Tim juga menyisir titik-titik yang biasa menjadi tempat berkumpulnya anjing liar sejak pagi hari. Pencarian bahkan dilakukan sejak pukul 06.00 pagi, namun belum berhasil.

“Kami sampai menelusuri sampai semak-semak, itu masih tidak ketemu. Kalau anjing liar, pagi biasanya keluar untuk cari makan. Kami sudah mulai cari pukul 06.00 pagi di beberapa titik kumpul anjing, tapi anjing liar ini seperti hilang begitu saja,” katanya.

Selain melakukan pencarian, Distankan juga melakukan langkah pencegahan dengan vaksinasi terhadap hewan di sekitar lokasi kejadian. Total ada 21 ekor anjing yang divaksin.

Tak hanya itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan hewan peliharaan secara bertanggung jawab.

“Kami harap warga makin disiplin memelihara anjing. Kalau punya anjing diikat atau dikandangkan, bukan dilepas liar. Kalau diliarkan, resiko terkena rabies sangat tinggi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (23/4/2026) malam seekor anjing yang diduga terjangkit rabies mengamuk dan menggigit 18 warga di wilayah Banyuning. 

Para korban telah mendapatkan penanganan medis, termasuk vaksin anti rabies (VAR).

Hingga kini, aparat dan tim terkait masih terus melakukan penelusuran serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan anjing dengan ciri mencurigakan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Banyuning #anjing #anjing liar #rabies #buleleng