Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dikebut Jelang Bulfest, Proyek Titik Nol Kota Singaraja Sudah 40 Persen. Buruh Bekerja Siang-Malam

Eka Prasetya • Selasa, 28 April 2026 | 16:53 WIB
TITIK NOL: Proses pengerjaan kawasan titik nol Kota Singaraja. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
TITIK NOL: Proses pengerjaan kawasan titik nol Kota Singaraja. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Progres pengerjaan proyek penataan Titik Nol Kota Singaraja terus menunjukkan perkembangan signifikan. 

Hingga akhir April 2026, capaian pekerjaan disebut telah melampaui 40 persen dan berada di jalur positif.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengungkapkan pihaknya optimistis proyek dapat rampung sesuai target, yakni pada Juli 2026.

“Untuk evaluasi terakhir, pekerjaan titik nol itu sudah lebih dari 40 persen. Jadi kami optimistis bisa selesai di bulan Juli ini,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, salah satu pekerjaan yang sudah berjalan adalah pengerjaan pagar kawasan. Menariknya, pagar tersebut dirancang dengan mengusung perpaduan gaya kolonial dan arsitektur khas Buleleng.

Material yang digunakan pun tidak sembarangan. Pemerintah memilih batu Paras Abasan Sangsit sebagai bahan utama, yang dinilai sebagai bagian dari kearifan lokal atau local genius Buleleng.

“Untuk pengerjaan pagar itu sudah dilakukan. Kami menggunakan Paras Abasan Sangsit karena itu sudah local genius kita di Buleleng, yang jadi ciri khas kita,” jelasnya.

Menurutnya, konsep desain tersebut merupakan hasil masukan dari akademisi serta tokoh masyarakat, sehingga tetap menjaga nilai historis sekaligus identitas lokal kawasan.

Dari sisi teknis, percepatan pengerjaan juga terus dilakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan material fabrikasi agar proses pembangunan lebih efisien tanpa harus menunggu pengerjaan manual yang memakan waktu.

“Setiap hari kami pantau perkembangannya. Mereka juga bekerja siang dan malam. Meskipun ngebut, tapi tidak lepas juga dari kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini deviasi pekerjaan tercatat positif sekitar 10 persen, menandakan progres lebih cepat dari rencana awal.

Seperti diketahui, proyek penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja yang berpusat di sekitar Tugu Singa Ambara Raja ini resmi dimulai sejak Februari 2026. Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp 38 miliar.

Penataan kawasan ini bertujuan menghidupkan kembali nilai sejarah pusat Kota Singaraja, sekaligus memperkuat konsep city tour yang terintegrasi dengan kawasan heritage lainnya.

Meski sempat menuai pro dan kontra, pemerintah daerah memastikan proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pelestarian identitas budaya lokal.

Dengan progres yang terus melaju, kawasan Titik Nol ditargetkan sudah bisa ditampilkan kepada publik sebelum perhelatan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 digelar. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kota singaraja #titik nol #Tugu Singa Ambara Raja #buleleng