Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Korban Kekerasan di LKSA Ganesha Sevanam Dipindah ke Panti. Pendampingan Psikolog Tetap Berjalan

Eka Prasetya • Rabu, 29 April 2026 | 16:38 WIB
ilustrasi kekerasan seksual
ilustrasi kekerasan seksual

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Penanganan anak-anak korban kekerasan fisik dan seksual di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ganesha Sevanam, Buleleng masih terus berproses. 

Terbaru, delapan anak yang sebelumnya ditempatkan di rumah aman kini telah dipindahkan ke panti asuhan.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng, Putu Kariaman Putra, mengungkapkan bahwa para korban saat ini dititipkan di salah satu panti asuhan di Buleleng.

“Sudah sekitar dua minggu lalu mereka dipindahkan ke panti asuhan lain,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Pemindahan ini dilakukan setelah melalui sejumlah pertimbangan, termasuk menurunnya intensitas pemeriksaan oleh pihak kepolisian. 

Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga kondisi psikologis anak agar tidak jenuh selama proses penanganan.

“Pertimbangan lainnya, agar mereka tidak jenuh dan bisa beradaptasi kembali dengan anak-anak panti yang lain. Tapi tetap dengan pendampingan psikolog,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinsos P3A, dari total 30 anak yang sebelumnya direlokasi dari LKSA Ganesha Sevanam, sebanyak 9 anak dipindahkan ke LKSA Saiwa Dharma, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. 

Kemudian 11 anak telah dikembalikan kepada orang tuanya, sementara 2 anak masih berada di LKSA Ganesha Sevanam.

Dinsos P3A memastikan anak-anak yang kembali ke keluarga tetap mendapatkan jaminan pendidikan. 

Dukungan diberikan melalui penyediaan kebutuhan sekolah seperti seragam, sepatu, hingga alat tulis, bekerja sama dengan program CSR dan Dinas Pendidikan.

“Untuk anak yang dikembalikan ke orang tua, kami pastikan kelangsungan pendidikannya,” tegas Kariaman.

Jika terdapat kendala jarak antara rumah dan sekolah, pemerintah menyiapkan solusi alternatif dengan menitipkan anak di panti asuhan terdekat agar tetap bisa mengakses pendidikan.

Sementara itu, operasional LKSA Ganesha Sevanam hingga kini masih ditutup sementara. Penutupan dilakukan hingga proses hukum terkait kasus tersebut berkekuatan hukum tetap (inkrah).

“Operasional panti saat ini ditutup sementara sambil menunggu putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Namun perlindungan terhadap anak tetap berjalan,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#dinas sosial #panti asuhan #kekerasan #buleleng