Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

108 Jemaah Haji Asal Buleleng Dilepas ke Tanah Suci. Lansia 86 Tahun Jadi Jamaah Tertua

Eka Prasetya • Jumat, 8 Mei 2026 | 17:13 WIB
PELEPASAN HAJI: Suasana pelepasan haji di Masjid Jami
PELEPASAN HAJI: Suasana pelepasan haji di Masjid Jami' Singaraja. Sebanyak 108 orang jemaah haji asal Buleleng berangkat ke tanah suci tahun ini. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak orang 108 jemaah haji asal Kabupaten Buleleng, Bali, resmi dilepas menuju Tanah Suci dalam acara pelepasan di Masjid Jami’ Singaraja, Jumat sore (8/5/2026). 

Rombongan jemaah haji Buleleng tahun ini tergabung dalam Kloter 71 Embarkasi Surabaya.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra; Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Buleleng, keluarga jemaah, serta tokoh masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Buleleng, H. Agus Annurachman, mengatakan total jemaah yang diberangkatkan tahun ini terdiri dari 50 laki-laki dan 58 perempuan. Mereka juga didampingi seorang petugas pendamping haji daerah.

“Total ada 108 jemaah yang berangkat tahun ini,” ujarnya.

Dari ratusan jemaah tersebut, jamaah tertua tercatat atas nama Siti Madrahasan, 86, asal Desa Pegayaman. Sementara jamaah termuda berusia 36 tahun berasal dari Kecamatan Gerokgak.

“Setiap tahun Buleleng selalu memiliki jamaah tertua di Bali,” kata Agus.

Selain itu, terdapat 16 jemaah yang memerlukan pendampingan khusus menggunakan kursi roda selama menjalankan ibadah haji. Kondisi tersebut, menurut Agus, menjadi perhatian serius dalam pelayanan jemaah.

“Hal ini menunjukkan pelayanan pada jamaah haji harus maksimal, totalitas, dan penuh kepedulian khususnya bagi lansia dan jamaah berkebutuhan khusus. Sehingga jamaah bisa menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” jelasnya.

Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng yang selama ini dinilai sangat mendukung proses pemberangkatan haji, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga fasilitas transportasi menuju embarkasi Surabaya.

“Kami berterima kasih pemeriksaan kesehatan jamaah difasilitasi pemerintah daerah dan selalu tercepat. Pemda juga selalu menyiapkan fasilitas bus dari Buleleng menuju Embarkasi Surabaya,” ungkapnya.

Ia berharap tahun depan jumlah petugas pendamping haji daerah bisa ditambah mengingat banyaknya jamaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus selama di Tanah Suci.

“Mudah-mudahan tahun depan ada dua pendamping haji daerah, mengingat tiap tahun cukup banyak jamaah haji lansia yang perlu pendampingan khusus,” katanya.

Agus juga mengungkapkan daftar tunggu keberangkatan haji di Buleleng kini mencapai 1.994 orang. Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang mendaftar saat ini diperkirakan baru bisa berangkat sekitar 28 tahun mendatang.

“Untuk yang berangkat sekarang, mereka mendaftar Januari 2014. Kemungkinan pendaftar Januari 2014 sekitar empat tahun lagi baru habis,” jelasnya.

Ia menambahkan, kuota haji Bali saat ini sekitar 700 orang per tahun sehingga antrean keberangkatan masih cukup panjang.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dalam sambutannya menyoroti keberangkatan jamaah lansia yang tetap semangat menunaikan ibadah haji meski telah melampaui angka harapan hidup nasional.

“Usia harapan hidup itu hanya 74,5 tahun. Ada jamaah usia 86 tahun, itu artinya bisa melampaui 12 tahun angka harapan hidup,” ujarnya.

Sutjidra meminta para petugas haji daerah memberikan perhatian penuh kepada jamaah lanjut usia selama berada di Tanah Suci.

“Saya harap petugas haji daerah bisa mengawal jamaah yang sudah sepuh sebagai saudara semua. Jaga nama baik, jaga kekompakan, gotong royong, dan jangan lupa jaga kesehatan,” pesannya.

Ia juga memastikan Pemkab Buleleng akan menyiapkan lebih banyak petugas pendamping haji pada tahun mendatang.

“Tahun depan kami siapkan dua petugas haji, kalau bisa tiga petugas. Karena di sana selama 42 hari. Petugas itu bukan hanya kuat fisik, tapi harus kuat mental,” tegasnya.

Sutjidra turut mendoakan seluruh jamaah haji asal Buleleng dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan lengkap.

“Kami doakan semua jamaah utuh saat berangkat maupun pulang, jangan sampai ada yang ketinggalan satu pun,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#jemaah haji #haji #ibadah #buleleng