SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Singaraja menggelar razia besar-besaran di seluruh blok hunian warga binaan, Jumat (9/5/2026) malam.
Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari komitmen memberantas HALINAR atau handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba di lingkungan lapas.
Razia mendadak tersebut melibatkan tim gabungan dari Lapas Singaraja, Polres Buleleng, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng.
Petugas menyisir setiap sudut kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), memeriksa barang-barang pribadi, hingga area yang dinilai rawan menjadi tempat penyimpanan barang terlarang.
Sebelum razia dimulai, seluruh petugas dan perwakilan warga binaan mengikuti Ikrar Bersama Bebas HALINAR yang dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, Iskandar Djamil.
“Kami nyatakan perang terhadap HALINAR. Tidak ada toleransi untuk narkoba, handphone ilegal, dan pungli di dalam Lapas. Ikrar ini bukan sekadar seremonial, tapi harus diwujudkan lewat pengawasan ketat setiap hari,” tegas Iskandar Djamil.
Suasana penggeledahan berlangsung ketat. Petugas memeriksa satu per satu kamar hunian untuk memastikan tidak ada peredaran narkoba maupun barang terlarang lainnya di dalam lapas.
Selain razia, petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap puluhan warga binaan dan petugas lapas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan Lapas Singaraja steril dari penyalahgunaan narkoba.
Tim medis lapas turut diterjunkan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar bagi warga binaan sebagai bagian dari deteksi dini kondisi kesehatan penghuni lapas.
Dari hasil razia, petugas tidak menemukan narkoba maupun handphone ilegal. Seluruh hasil tes urine juga dinyatakan negatif.
Namun, sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian seperti korek api dan sendok besi tetap diamankan petugas untuk dimusnahkan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan bahaya narkoba oleh tim BNNK Buleleng.
Dalam penyuluhan itu, warga binaan diberikan pemahaman mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, ancaman pidana, hingga pentingnya menjaga lingkungan lapas tetap bersih dari peredaran barang haram tersebut.
Iskandar Djamil menegaskan, razia serupa akan terus dilakukan secara rutin maupun mendadak guna memastikan Lapas Singaraja tetap aman dan bebas dari HALINAR.
“Sinergi dengan APH dan BNNK jadi kunci. Kami ingin pastikan Lapas Singaraja benar-benar zero HALINAR dan jadi tempat pembinaan yang aman,” tutupnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya