Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Himflor Buleleng Ajak Mahasiswa NTT Bangun Citra Positif Lewat Kegiatan Sosial

Francelino Junior • Selasa, 12 Mei 2026 | 06:00 WIB
HAPUS STIGMA: Perayaan HUT perdana Himpunan Mahasiswa Flores (Himflor) Buleleng. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
HAPUS STIGMA: Perayaan HUT perdana Himpunan Mahasiswa Flores (Himflor) Buleleng. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Himpunan Mahasiswa Flores (Himflor) Buleleng terus mendorong mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk aktif membangun citra positif di tengah masyarakat. 

Langkah tersebut dilakukan guna menghapus stigma negatif yang belakangan kerap melekat terhadap perantau dari wilayah timur Indonesia.

Ajakan itu disampaikan menyusul munculnya sejumlah kasus yang melibatkan oknum pendatang di Bali selatan, sehingga berdampak pada pandangan masyarakat terhadap warga asal NTT secara umum. 

Karena itu, mahasiswa perantau di Buleleng diingatkan agar tetap menjaga sikap, menghormati keberagaman, serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban daerah tempat mereka menempuh pendidikan.

Anggota DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya, menilai keberadaan organisasi mahasiswa menjadi wadah penting untuk memperkuat pembinaan dan komunikasi antarmahasiswa perantau.

“Kalau sudah berkumpul dalam organisasi, tentu lebih mudah dilakukan pembinaan dan komunikasi. Mereka harus sadar bahwa datang ke Buleleng untuk menempuh pendidikan, sekaligus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan begitu, stigma negatif perlahan bisa hilang,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata kontribusi sosial, Himflor Buleleng juga menggelar berbagai kegiatan kemasyarakatan. 

Salah satunya melalui aksi gotong royong di area Pura Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa perantau dengan masyarakat sekitar. 

Himflor berharap aktivitas positif seperti ini mampu memperkuat rasa kebersamaan dan mengurangi stereotip negatif terhadap mahasiswa asal NTT.

Pembina Himflor Buleleng, Anthonius Sanjaya Kiabeni, menegaskan bahwa mahasiswa perantau ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ikut berkontribusi membangun daerah.

“Harapannya stigma negatif terhadap pendatang dari NTT perlahan dapat dihapus. Kami hadir di sini untuk bersama-sama dengan krama membangun Bali dan Buleleng,” katanya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#flores #nusa tenggara timur #mahasiswa #stigma #buleleng