SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Nama Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng diduga dicatut oleh oknum yang membeli bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar di sejumlah SPBU.
Temuan tersebut membuat dinas setempat turun tangan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Kepala Distankan Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya pembelian BBM menggunakan puluhan jerigen berkapasitas besar.
Dalam proses pembelian itu, oknum pembeli disebut mengaku telah mengantongi rekomendasi dari Dinas Pertanian.
Informasi tersebut salah satunya ditemukan di sebuah SPBU di Kecamatan Seririt. Saat itu, pembeli disebut membawa 10 hingga 15 jerigen yang masing-masing berkapasitas sekitar 50 liter untuk membeli BBM dalam jumlah besar.
"Awalnya kami mendapatkan informasi ada masyarakat yang melakukan pembelian BBM dalam kapasitas tinggi menggunakan puluhan jerigen. Setelah menerima laporan itu, tim kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan sidak ke beberapa SPBU di Kabupaten Buleleng," ujar Melandrat.
Ia menegaskan, Distankan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pembelian BBM dalam jumlah ratusan liter seperti yang diklaim oknum tersebut.
Menurutnya, rekomendasi yang diterbitkan dinas hanya diperuntukkan bagi kebutuhan tertentu dengan jumlah yang sangat terbatas.
"Kalau kami memberikan rekomendasi pembelian BBM, jumlahnya hanya sekitar lima sampai 10 liter, bukan dalam jumlah besar seperti yang beredar di lapangan," tegasnya.
Melandrat menduga ada pihak yang sengaja membawa-bawa nama Dinas Pertanian untuk mempermudah pembelian BBM dalam kapasitas besar.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat maupun pengelola SPBU lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap klaim yang mengatasnamakan instansinya.
Ia juga mengimbau agar setiap temuan terkait pembelian atau penjualan BBM yang mencatut nama Dinas Pertanian segera dilaporkan kepada dinas maupun aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
"Kami berharap masyarakat maupun pihak SPBU segera melaporkan apabila menemukan praktik pembelian atau penjualan BBM yang mengatasnamakan Dinas Pertanian. Laporan bisa disampaikan kepada kami maupun kepada aparat penegak hukum," katanya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Distankan Buleleng memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan rekomendasi yang diterbitkan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Tim kami akan terus turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan memastikan tidak ada penyalahgunaan yang mengatasnamakan dinas," tandas Melandrat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya