Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pembangunan Dapur MBG Baru di Buleleng Dihentikan Sementara. Fokus Optimalkan 38 SPPG yang Sudah Beroperasi

Francelino Junior • Senin, 22 Juni 2026 | 08:58 WIB
MAKAN BERGIZI GRATIS: Suasana di dapur MBG Buleleng Busungbiu. Dapur ini telah menyalurkan paket MBG kepada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
MAKAN BERGIZI GRATIS: Suasana di dapur MBG Buleleng Busungbiu. Dapur ini telah menyalurkan paket MBG kepada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Buleleng mengungkapkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru saat ini masih ditunda. 

Kebijakan moratorium yang diberlakukan pemerintah pusat membuat pengembangan unit layanan baru di daerah untuk sementara belum dapat dilakukan.

Koordinator Wilayah BGN Buleleng, Rusdianto, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait kelanjutan pembangunan SPPG baru. 

Sementara itu, fokus utama saat ini diarahkan pada pengawasan dan evaluasi terhadap SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah beroperasi maupun yang masih dalam proses verifikasi.

"Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut terkait pembangunan SPPG baru. Saat ini fokus kami adalah monitoring SPPG yang sudah berjalan dan yang masih dalam proses di portal mitra," ujarnya.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 46 dapur MBG yang telah terverifikasi di Kabupaten Buleleng. Dari jumlah tersebut, 38 unit sudah beroperasi, sedangkan delapan lainnya masih belum aktif.

Rusdianto menjelaskan, belum beroperasinya sejumlah SPPG tidak lepas dari masa libur sekolah yang sedang berlangsung. 

Kondisi tersebut menyebabkan distribusi makanan kepada peserta didik dihentikan sementara, meskipun aktivitas internal di masing-masing SPPG tetap berjalan.

"Yang belum beroperasi ini sebagian juga karena bertepatan dengan masa libur sekolah, sehingga distribusi memang dihentikan sementara," jelasnya.

Di tengah penundaan pembangunan unit baru, capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Buleleng terus menunjukkan peningkatan. 

Hingga Juni 2026, program tersebut tercatat telah menjangkau sekitar 87 ribu penerima manfaat.

Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah seiring optimalisasi layanan dari SPPG yang sudah beroperasi. BGN menargetkan jumlah penerima manfaat di Buleleng bisa menembus lebih dari 100 ribu orang.

"Proyeksinya bisa lebih dari 100 ribu penerima manfaat di Buleleng, dan saat ini sudah di atas 50 persen capaian," kata Rusdianto.

Terkait ketersediaan bahan baku untuk program MBG, BGN memastikan tidak ada kendala berarti di lapangan. Pasokan bahan makanan hingga saat ini masih mencukupi untuk mendukung operasional program.

"Untuk bahan baku sejauh ini masih aman," tegasnya.

Sementara itu, distribusi makanan bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetap dilaksanakan melalui SPPG yang telah aktif beroperasi. 

Namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kapasitas masing-masing unit layanan.

Rusdianto mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam distribusi, terutama untuk wilayah yang memiliki akses cukup jauh dan sulit dijangkau. 

Meski demikian, pihaknya memastikan pelayanan tetap berjalan dengan berbagai penyesuaian yang diperlukan.

"Memang ada beberapa wilayah yang jangkauannya cukup sulit, ini menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi," ujarnya.

Ia menegaskan, moratorium pembangunan dapur MBG baru tidak memengaruhi keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis di Buleleng. 

Layanan tetap berjalan melalui unit-unit yang telah beroperasi dengan fokus pada peningkatan efektivitas dan pemerataan distribusi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #dapur MBG #BGN #buleleng