Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sempat Viral, Kasus Baku Hantam Pelajar SMP di Buleleng Berakhir Damai

Francelino Junior • Selasa, 23 Juni 2026 | 18:53 WIB
MEDIASI: Suasana mediasi para pelajar salah  satu SMP negeri di Buleleng yang terlibat peristiwa baku hantam. Keduanya sepakat berdamai. (Polres Buleleng)
MEDIASI: Suasana mediasi para pelajar salah satu SMP negeri di Buleleng yang terlibat peristiwa baku hantam. Keduanya sepakat berdamai. (Polres Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kasus perkelahian dua orang siswa perempuan yang berstatus siswa salah satu SMP negeri di Buleleng yang sempat viral di media sosial akhirnya diselesaikan secara damai. 

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan melalui mediasi yang difasilitasi Polsek Singaraja, Selasa (23/6/2026).

Mediasi berlangsung di Aula Polsek Singaraja mulai pukul 10.45 WITA dan dihadiri jajaran Polres Buleleng, Polsek Singaraja, pihak sekolah, komite sekolah, orang tua siswa, serta para pelajar yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Diketahui, kasus ini mencuat setelah video perkelahian dua remaja putri di kawasan Jalan Gunung Lempuyang, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng, viral di media sosial. 

Rekaman berdurasi 59 detik itu memperlihatkan dua siswi saling baku hantam yang disaksikan sejumlah teman mereka. Bahkan, video tersebut kemudian menyebar luas dan menuai berbagai komentar dari masyarakat.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan mediasi dilakukan sebagai upaya penyelesaian secara restoratif mengingat para pihak yang terlibat masih berstatus pelajar dan masih memiliki masa depan yang panjang.

"Hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat berdamai dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Mereka juga telah menandatangani surat pernyataan perdamaian. Selanjutnya pembinaan akan dilakukan oleh pihak sekolah bersama orang tua," ujarnya.

Jajaran kepolisian yang hadir dalam mediasi secara bergantian memberikan pembinaan kepada para siswa. Mereka menekankan pentingnya menjaga pergaulan, menghindari tindakan kekerasan, serta bijak menggunakan media sosial.

Petugas juga mengingatkan bahwa tindakan perundungan, penganiayaan maupun penyebaran konten yang berpotensi merugikan orang lain dapat memiliki konsekuensi hukum.

"Kami menghimbau para pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah memviralkan suatu kejadian tanpa memikirkan dampaknya. Jejak digital akan selalu ada dan bisa berdampak pada masa depan mereka sendiri," kata Iptu Yohana.

Selain memberikan pembinaan kepada para siswa, polisi juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak di luar jam sekolah. 

Menurut kepolisian, tanggung jawab pembentukan karakter anak tidak hanya berada di lingkungan pendidikan, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam forum mediasi, wali korban maupun orang tua siswi yang terlibat menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut. 

Mereka berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan hubungan pertemanan antar siswa dapat pulih seperti semula.

Polisi menegaskan bahwa penyelesaian damai kali ini diberikan dengan mempertimbangkan usia para pihak yang masih anak-anak. Namun apabila kejadian serupa kembali terulang, proses hukum dapat ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#pelajar #baku hantam #sekolah #buleleng #siswa