Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mahasiswa Kecewa DPRD Buleleng Enggan Temui Massa Aksi, Klaim Anggota Dewan Hanya Mengintip dari Balik Jendela

Francelino Junior • Rabu, 1 Juli 2026 | 08:36 WIB
AKSI MASSA: Mahasiswa di Buleleng saat menggelar aksi massa di DPRD Buleleng pada Senin (29/6/2026) lalu. Mereka kecewa karena tidak ada satupun anggota dewan yang menemui massa. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
AKSI MASSA: Mahasiswa di Buleleng saat menggelar aksi massa di DPRD Buleleng pada Senin (29/6/2026) lalu. Mereka kecewa karena tidak ada satupun anggota dewan yang menemui massa. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Aksi damai yang digelar Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus di DPRD Buleleng berakhir tanpa hasil. 

Alih-alih berdialog dengan para wakil rakyat, massa aksi mengaku hanya disambut staf Sekretariat DPRD Buleleng. 

Mahasiswa mengklaim sejumlah anggota DPRD yang berada di dalam gedung memilih tidak menemui massa, sementara ada yang disebut meninggalkan lokasi saat aksi berlangsung.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan para mahasiswa. Mereka menilai DPRD Buleleng tidak menunjukkan keseriusan dalam menerima aspirasi yang telah disiapkan berdasarkan kajian dan hasil turun langsung ke lapangan.

Aksi yang digelar Senin (29/6/2026) lalu itu melibatkan gabungan organisasi kemahasiswaan, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Buleleng, serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buleleng.

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Buleleng, Fauzi Hariri, mengatakan kedatangan mereka bukan untuk menciptakan keributan. 

Massa, kata dia, datang membawa kajian, data, dan rekomendasi yang memuat berbagai persoalan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

"Cukup disayangkan, ketika kami hadir membawa kebenaran, data, dan riset lapangan malah mereka (anggota DPRD) malah hilang, takut menerima," ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Hariri mengaku heran karena aspirasi yang dibawa mahasiswa tidak mendapat ruang untuk disampaikan langsung kepada para anggota dewan. Padahal, menurutnya, berbagai rekomendasi yang disusun juga disertai solusi atas persoalan yang diangkat.

Ia menyesalkan karena pihak yang menemui massa hanya staf sekretariat DPRD. Sementara itu, para mahasiswa berharap bisa berdialog langsung dengan anggota dewan sebagai wakil rakyat.

Menurut Hariri, di tengah berlangsungnya aksi, salah seorang anggota DPRD bahkan terlihat meninggalkan gedung saat massa masih menyampaikan orasi. Di sisi lain, ia juga mengaku melihat sejumlah anggota dewan berada di dalam gedung.

"Kami paham ada odalan. Tetapi di balik jendela, ada anggota DPRD Buleleng. Kenapa yang turun stafnya?," lanjut Hariri.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus membawa 12 tuntutan yang terdiri atas tujuh isu nasional dan lima isu lokal. 

Aspirasi itu dijadwalkan kembali disampaikan kepada pimpinan DPRD Buleleng pada Jumat (3/7/2026), dengan harapan kali ini para wakil rakyat bersedia menerima dan berdialog langsung dengan massa aksi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#dprd buleleng #mahasiswa #aksi damai #Cipayung Plus #buleleng