Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ratusan Pemancing Berkompetisi Buleleng. Bupati Sutjidra Jadikan Fishing Tournament Agenda Tahunan Promosi Wisata Bahari

Francelino Junior • Minggu, 5 Juli 2026 | 19:57 WIB
CARI SPOT GACOR: Suasana lomba memancing di perairan Desa Kerobokan, Kabupaten Buleleng. (Pemkab Buleleng)
CARI SPOT GACOR: Suasana lomba memancing di perairan Desa Kerobokan, Kabupaten Buleleng. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Laut Buleleng dipadati ratusan pemancing pada Minggu (5/7/2026). 

Sebanyak 300 orang peserta dari berbagai kabupaten di Bali hingga Pulau Jawa ambil bagian dalam Bupati Buleleng Fishing Tournament 2026, ajang yang tak hanya menjadi kompetisi memancing, tetapi juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mempromosikan potensi wisata bahari Bali Utara.

Turnamen yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini mengambil titik start di Pantai Kerobokan, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. 

Setelah aba-aba dimulai, para peserta bebas menentukan lokasi memancing di sepanjang perairan Buleleng dengan batas waktu kembali ke garis finish hingga pukul 11.00 WITA.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan fishing tournament merupakan salah satu strategi memperkenalkan kekayaan laut Buleleng kepada masyarakat luas. 

Menurutnya, kabupaten dengan garis pantai terpanjang di Bali itu memiliki potensi wisata bahari yang belum tergarap secara maksimal.

"Kita ingin memanfaatkan garis pantai terpanjang di Bali ini untuk mempromosikan pariwisata Buleleng. Potensinya sangat luar biasa, sehingga kegiatan seperti fishing tournament ini menjadi salah satu cara mengenalkannya kepada masyarakat luas," ujarnya.

Sutjidra menyebut antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini di luar perkiraan. 

Tidak sedikit peserta yang berharap turnamen serupa digelar lebih dari sekali dalam setahun karena perairan Buleleng dikenal memiliki banyak spot memancing dengan beragam jenis ikan bernilai ekonomi tinggi.

Beberapa jenis ikan yang menjadi incaran pemancing bahkan memiliki harga jual mencapai sekitar Rp 250 ribu per kilogram. Kondisi itu dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobi olahraga memancing.

Menanggapi tingginya minat peserta, Pemkab Buleleng memastikan “Bupati Buleleng Fishing Tournament” akan dijadikan agenda rutin tahunan dengan melibatkan berbagai komunitas memancing.

"Banyak yang mengusulkan agar kegiatan ini lebih sering dilaksanakan. Ini menunjukkan bahwa spot memancing di Buleleng memang sangat diminati. Akan menjadi agenda rutin, tidak hanya mendukung promosi wisata, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian laut serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir," katanya.

Pada turnamen tahun ini, gelar juara pertama diraih Fajar dari tim BPD Bali setelah berhasil mendaratkan ikan kerapu seberat 6,4 kilogram. Atas prestasinya tersebut, ia berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp15 juta.

Posisi kedua ditempati Jik Rama dari tim Ninja 9 dengan tangkapan ikan kurisi Bali seberat 5,4 kilogram. Ia memperoleh hadiah Rp10 juta.

Sementara juara ketiga diraih Bayu Adi Putra dari tim Ersania setelah menangkap ikan jenis GT seberat 4,8 kilogram, sekaligus berhak atas hadiah Rp5 juta.

Seluruh hadiah yang diperebutkan dalam Bupati Buleleng Fishing Tournament 2026 tersebut berasal dari dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR). (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#wisata #bali #kerobokan #buleleng #memancing