DPRD Tagih Kontribusi PAD dari BUMD, Tak Semua Perusahaan Daerah Sudah Setor Dividen

Francelino Junior • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 18:48 WIB
BAHAS KINERJA: Suasana rapat dengar pendapat antara Komisi III DPRD Buleleng dengan manajemen BUMD di Kabupaten Buleleng. (DPRD Buleleng)
BAHAS KINERJA: Suasana rapat dengar pendapat antara Komisi III DPRD Buleleng dengan manajemen BUMD di Kabupaten Buleleng. (DPRD Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – DPRD Buleleng mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Buleleng meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Pasalnya, hingga kini belum semua perusahaan daerah mampu menyetorkan dividen ke kas daerah.

Dorongan tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Buleleng bersama Perumda Swatantra, Perumda Pasar Argha Nayottama, dan PT BPR Bank Buleleng 45 pada Selasa (21/7/2026). 

Pertemuan itu juga menjadi bagian dari pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Ketua Komisi III DPRD Buleleng, I Ketut Susila Umbara, mengatakan kontribusi BUMD terhadap PAD menjadi semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.

"Saat ini pemerintah daerah juga terdampak kebijakan efisiensi. Karena itu kami berharap seluruh BUMD bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Dalam rapat tersebut, PT BPR Bank Buleleng 45 melaporkan kondisi keuangannya mulai membaik. 

Pada 2025, bank daerah itu berhasil membukukan laba sekaligus menurunkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dari 34 persen menjadi 14 persen. Tahun ini, manajemen bahkan menargetkan NPL kembali turun hingga sembilan persen.

Meski demikian, Bank Buleleng 45 belum dapat menyetorkan dividen kepada pemerintah daerah karena masih menyelesaikan sejumlah persoalan internal. 

Manajemen optimistis pada 2026 sudah bisa mulai memberikan kontribusi terhadap PAD seiring membaiknya kondisi keuangan dan meningkatnya kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Perumda Pasar Argha Nayottama mencatatkan laba bersih sekitar Rp 2 miliar pada 2025. Namun, perusahaan juga belum dapat menyetorkan dividen lantaran masih menanggung beban penyusutan pembangunan Pasar Banyuasri.

Kendati demikian, perusahaan optimistis tahun ini mulai dapat berkontribusi terhadap PAD. Hingga Juni 2026, Perumda Pasar Argha Nayottama tercatat telah menyetorkan sekitar Rp900 juta ke kas daerah.

Di sisi lain, Perumda Swatantra menjadi satu-satunya BUMD yang telah memberikan kontribusi kepada PAD berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perusahaan tersebut membukukan laba sebesar Rp 2,05 miliar.

Menurut Susila Umbara, DPRD mendorong seluruh BUMD terus melakukan inovasi melalui penyusunan rencana bisnis yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus menambah pemasukan daerah.

"Kami berharap setiap BUMD memiliki business plan yang inovatif, tidak hanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD," katanya.

Ia mencontohkan Perumda Pasar Argha Nayottama yang tengah merancang pembangunan food court di Pasar Banyuasri serta mengoptimalkan pemanfaatan ruang-ruang yang belum produktif. 

Sementara Perumda Swatantra sedang menyiapkan pengembangan bisnis berbasis integrasi sektor peternakan, pertanian, dan usaha pendukung lainnya.

Meski demikian, seluruh rencana pengembangan usaha tersebut tetap harus mendapat persetujuan Bupati Buleleng selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM). (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
dprd buleleng bumd pemkab buleleng pendapatan buleleng