Lovina Festival 2026 Jadi Panggung Talenta Muda, Lomba Fashion Show Pantai Diikuti 34 Peserta

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 08:05 WIB
MODEL CILIK: Suasana lomba fashion show serangkaian Lovina Festival 2026. (Pemkab Buleleng)
MODEL CILIK: Suasana lomba fashion show serangkaian Lovina Festival 2026. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pantai Binaria Lovina tak hanya dipenuhi wisatawan yang menikmati panorama laut pada hari ketiga Lovina Festival 2026, Minggu (26/7/2026). 

Deretan model cilik hingga dewasa juga tampil percaya diri di atas catwalk dalam lomba fashion show bertema busana pantai yang menjadi salah satu daya tarik festival tahun ini.

Ajang yang digelar hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan D&M Modeling itu menjadi panggung bagi para model, desainer, seniman, hingga pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka. 

Selain memeriahkan festival, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi industri kreatif lokal sekaligus menarik perhatian wisatawan.

Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Kadek Mila Pradnyani, mengatakan Lovina Festival tidak hanya dirancang sebagai ajang promosi destinasi wisata. 

Festival tahunan itu juga menjadi ruang bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif untuk berkembang.

"Melalui Lovina Festival, kami ingin membuka ruang bagi para pelaku seni dan ekonomi kreatif untuk berpartisipasi, menampilkan karya terbaik mereka, sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki kepada masyarakat. Fashion show ini menjadi salah satu bentuk dukungan kami terhadap tumbuhnya kreativitas generasi muda di Buleleng," ujarnya.

Menurut Mila, tema busana pantai dipilih karena selaras dengan identitas Lovina sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Buleleng. 

Konsep tersebut sekaligus menjadi pembeda dibandingkan kompetisi serupa yang umumnya mengangkat busana berbahan endek atau nuansa etnik Bali.

Sebanyak 34 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka terbagi dalam tiga kategori usia, mulai dari anak-anak hingga kategori umum. 

Penyelenggaraan lomba sepenuhnya diinisiasi D&M Modeling dengan penilaian dari dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi.

Ia berharap lomba fashion show dapat menjadi agenda tetap dalam Lovina Festival dengan cakupan yang lebih luas.

"Kami ingin kegiatan ini menjadi lebih besar, pesertanya semakin banyak, dan kolaborasinya semakin luas. Dengan begitu, Lovina Festival tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mampu menjadi panggung bagi lahirnya talenta-talenta baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng," katanya.

Sementara itu, Owner D&M Modeling, Anak Agung Ayu Wari Kristine, menjelaskan peserta dibagi dalam tiga kategori, yakni kategori A usia 4–7 tahun, kategori B usia 8–12 tahun, dan kategori C untuk peserta berusia 13 tahun ke atas.

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan minat generasi muda Buleleng terhadap dunia modeling terus meningkat. Sayangnya, kesempatan mengikuti kompetisi di daerah masih relatif terbatas.

Kristine meyakini talenta-talenta muda Buleleng memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Sejumlah anak didiknya bahkan telah tampil dan meraih prestasi di berbagai ajang luar negeri, termasuk di Bangkok.

"Anak-anak Buleleng memiliki keberanian untuk tampil dan kemampuan yang tidak kalah dengan daerah lain. Yang mereka butuhkan adalah ruang untuk berproses, berkompetisi, dan terus mengembangkan bakatnya," ujarnya.

Perempuan yang telah lebih dari 26 tahun membina D&M Modeling itu menegaskan pendidikan modeling bukan semata-mata mengejar gelar juara. 

Menurutnya, pembentukan karakter, etika, kemampuan berkomunikasi, dan rasa percaya diri justru menjadi fondasi utama bagi seorang model.

"Sebagus apapun penampilan seorang model, jika tidak memiliki etika dan kepribadian yang baik, akan sulit berkembang di industri ini. Karena itu kami tidak hanya mengajarkan teknik modeling, tetapi juga membentuk karakter agar mereka siap menghadapi dunia profesional," ungkapnya.

Salah satu peserta yang merasakan kebahagiaan adalah Dea, siswi SMP Negeri 4 Singaraja, yang berhasil meraih gelar juara pertama pada kategori yang diikutinya.

Ia mengaku sempat tidak percaya ketika namanya diumumkan sebagai pemenang karena seluruh peserta tampil maksimal.

"Saya sempat sangat deg-degan dan awalnya tidak menyangka bisa menjadi juara pertama. Semua peserta tampil bagus, jadi saya benar-benar senang dan bersyukur bisa mendapatkan hasil ini," katanya.

Dea mengungkapkan ketertarikannya pada dunia modeling berawal dari hobi. Sebelum bergabung di D&M Modeling School, ia aktif mengikuti kegiatan tari. Dengan dukungan kedua orang tuanya, ia kini bertekad terus mengasah kemampuan dan mengikuti lebih banyak kompetisi.

"Saya ingin terus belajar, mengikuti lebih banyak lomba, dan mengembangkan kemampuan di dunia modeling. Semoga festival seperti ini semakin meriah, penataan areanya lebih baik, dan kegiatan fashion show bisa diikuti lebih banyak peserta," pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
pariwisata lovina Lovina Festival buleleng festival