Bantuan Terus Mengalir untuk Keluarga KD, Ahmad Sahroni hingga Dedi Mulyadi Turut Beri Perhatian

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:13 WIB
BANTUAN: Penyaluran bantuan kepada keluarga KD di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng. KD tewas dalam peristiwa pengeroyokan, karena ia diduga mencuri ayam warga di Tabanan. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
BANTUAN: Penyaluran bantuan kepada keluarga KD di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng. KD tewas dalam peristiwa pengeroyokan, karena ia diduga mencuri ayam warga di Tabanan. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gelombang simpati terus mengalir kepada keluarga KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Sejumlah tokoh, komunitas, hingga masyarakat dari berbagai daerah memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang tengah berduka.

Salah satu bantuan datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni pada Senin (27/7/2026). 

Bantuan yang disalurkan berupa 50 kilogram beras, 30 dus mi instan, 200 liter minyak goreng, serta 25 kilogram telur.

Dalam keterangannya, Sahroni menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dan berharap kasus tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Main hakim sendiri jelas merupakan tindakan yang salah dan para pelaku harus diusut. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.

Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengatakan bantuan yang diterima keluarga korban terus berdatangan dari berbagai pihak, baik dari Bali maupun luar daerah.

Menurutnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan berupa deposito senilai Rp 50 juta yang diperuntukkan bagi anak KD yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar.

Selain itu, bantuan juga datang dari Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Bali I Komang Merta Jiwa, sejumlah tokoh masyarakat, serta para dermawan lainnya. Keluarga korban bahkan menerima bantuan berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy.

Sutama mengaku perhatian yang begitu besar dari berbagai kalangan menjadi penyemangat bagi keluarga korban untuk bangkit dari duka.

"Perhatian tidak hanya datang dari Bali, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepeduliannya," katanya.

Sementara itu, sepupu KD, Made Parta, berharap masih ada pihak yang bersedia membantu memperbaiki rumah keluarga korban yang kondisinya sudah tidak layak huni.

"Kalau ada yang berkenan membantu, kami berharap rumah keluarga bisa diperbaiki karena kondisinya sudah lapuk," ujarnya.

Hingga kini, berbagai bentuk bantuan terus berdatangan sebagai wujud solidaritas masyarakat kepada keluarga KD yang masih berupaya bangkit setelah kehilangan salah satu anggota keluarganya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
sidetapa ahmad sahroni hukum buleleng bantuan