Buleleng Jadi Percontohan Program Pangan Berbasis Sekolah, Dorong Generasi Muda Kenal Pertanian

Eka Prasetya • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 10:49 WIB
KEMBANGKAN PERTANIAN: Perwakilan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) menyerahkan plakat penghargaan kepada SDN 3 Banjar Jawa atas komitmen edukasi siswa terhadap pertanian. (Pemkab Buleleng)
KEMBANGKAN PERTANIAN: Perwakilan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) menyerahkan plakat penghargaan kepada SDN 3 Banjar Jawa atas komitmen edukasi siswa terhadap pertanian. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat kolaborasi dalam membangun ketahanan pangan nasional melalui program pangan berbasis sekolah dan desa.

Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan penghargaan Program Desa Pangan Berbasis Suplai dan Swasembada Pangan Berbasis Sekolah yang dipusatkan di SDN 3 Banjar Jawa, Singaraja, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa, perwakilan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, serta jajaran pengurus YSPN.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan YSPN dan Kemendagri dalam mendukung penguatan ketahanan pangan di Buleleng. 

Menurutnya, program edukasi pangan di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pertanian.

Selain itu, Pemkab Buleleng juga terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah, salah satunya budidaya anggur di wilayah Kecamatan Banjar dan sekitarnya.

"Meskipun kemampuan fiskal daerah tergolong terbatas, keterlibatan pihak yayasan dan pemerintah pusat melalui gagasan kreatif sangat membantu kami dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan potensi UMKM lokal," ujar Sutjidra.

Sementara itu, Ketua Pembina YSPN, H. Sudrajat menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama keberlangsungan sebuah bangsa. 

Menurutnya, tantangan regenerasi petani menjadi perhatian serius karena sebagian besar petani Indonesia saat ini telah berusia di atas 50 tahun.

Karena itu, program pertanian berbasis sekolah dinilai penting untuk mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda sejak dini.

"Pangan adalah pilar pertahanan bangsa. Jika struktur pangan tidak terjamin, suatu bangsa bisa goyah. Melalui sekolah, kita mengajak generasi muda untuk mengenal pertanian, belajar menanam, dan memanfaatkan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta bibit hibrida unggul," jelas Sudrajat.

Dalam kesempatan tersebut, YSPN juga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan demplot pertanian di Buleleng yang mampu mencatatkan produktivitas panen mencapai 10,7 ton per hektare.

Dewan Pembina YSPN, Prof. Akmal Malik menambahkan, pembangunan ketahanan pangan tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurutnya, sekolah menjadi tempat strategis untuk membangun pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pangan, lingkungan, dan keberlanjutan pertanian.

"Kita harus menyiapkan anak-anak muda kita agar siap menjaga keberlanjutan pangan di masa depan. Kolaborasi non-pemerintah melalui lembaga yayasan seperti YSPN ini hadir untuk mengisi celah dan menyatukan semangat gotong royong demi NKRI," tegas Akmal. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
kemendagri pangan sekolah buleleng