SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Lomba gerak jalan 45 kilometer kategori dewasa putra di Kabupaten Buleleng makin kehilangan jumlah peserta.
Sejak kembali digelar pada 2024, jumlah regu yang ambil bagian dalam ajang yang menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI itu terus mengalami penurunan.
Padahal, kategori ini selama ini menjadi salah satu lomba yang paling dinantikan masyarakat.
Jarak tempuh yang panjang serta tantangan fisik yang berat membuat gerak jalan 45 kilometer memiliki daya tarik tersendiri dibanding kategori lainnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah peserta hanya mencapai 19 regu. Angka tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 21 regu.
Sementara pada 2024, tercatat sebanyak 28 regu berpartisipasi. Sedangkan pada 2023, lomba tersebut tidak digelar.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengakui penurunan jumlah peserta tersebut. Salah satu evaluasi yang akan dilakukan adalah memperpanjang masa pendaftaran agar calon peserta memiliki waktu persiapan lebih panjang.
"Mungkin waktu pendaftarannya mepet. Tahun depan akan kami perpanjang masa pendaftarannya, sebulan sebelumnya," kata Sutjidra, Minggu (9/8/2026).
Menurut Sutjidra, antusiasme masyarakat terhadap lomba gerak jalan 45 kilometer sebenarnya masih cukup tinggi.
Namun, sejumlah calon peserta yang telah mendaftar akhirnya mengundurkan diri karena belum siap menghadapi tantangan lomba.
Ia menjelaskan, jarak tempuh 45 kilometer yang terbagi dalam tiga etape tetap membutuhkan persiapan matang, terutama dari sisi jumlah anggota regu maupun kondisi fisik peserta.
Selain faktor persiapan, perubahan sistem kategori peserta juga turut memengaruhi jumlah peserta. Tahun ini, lomba dipisahkan menjadi dua kategori, yakni pelajar dan mahasiswa serta kategori umum.
Pemisahan tersebut dilakukan karena sebelumnya penggabungan peserta umum dengan pelajar dan mahasiswa memunculkan persoalan.
Dominasi juara yang berulang dari kelompok tertentu dinilai menimbulkan kecemburuan, mengingat kondisi fisik peserta pelajar tentu berbeda dengan peserta umum.
"Cuma setelah dibagi dua, kategori umum dan kategori siswa dan mahasiswa, banyak yang ingin daftar, tapi kan mereka tidak siap," ujar Sutjidra.
Untuk kategori pelajar dan mahasiswa, terdapat 14 regu yang ambil bagian. Peserta berasal dari SMAN 1 Singaraja, SMAN 2 Singaraja, SMAN 3 Singaraja, SMAN 4 Singaraja, SMKN 3 Singaraja, SMAN 1 Seririt, SMAN 1 Gerokgak, SMKN 1 Gerokgak, SMAN Bali Mandara, SMKN Bali Mandara, SMA Taruna Mandara, serta Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Sementara kategori umum diikuti lima regu, yakni Dinas Pertanian Buleleng, Perumda Tirta Hita Buleleng, Pemuda Kampung Kajanan, Pemuda Temukus, dan Pasikian Yowana Kecamatan Kubutambahan.
Untuk tahun ini, juara lomba gerak jalan 45 kilometer kategori pelajar dimenangkan oleh SMAN Bali Mandara, disusul SMKN Bali Mandara B sebagai runner up, dan SMA Taruna Mandara A di posisi tiga.
Sementara kategori umum dimenangkan oleh Pasikian Yowana Kecamatan Kubutambahan, posisi kedua diraih Pemuda Temukus, dan posisi ketiga diraih Pemuda Kampung Kajanan.
Meski jumlah peserta menurun, Sutjidra tetap mengapresiasi semangat para peserta yang tampil. Menurutnya, kreativitas peserta juga semakin berkembang, terutama dari sisi kostum dan inovasi penampilan.
"Mereka sudah paham bahwa untuk tampil itu memang harus semangat. Kostumnya juga luar biasa, banyak inovasi yang ditampilkan," tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng