567 Warga Buleleng Berangkat Jadi Pekerja Migran, Turki Jadi Tujuan Favorit

Eka Prasetya • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 18:49 WIB
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Minat warga Buleleng untuk bekerja di luar negeri masih cukup tinggi. 

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 567 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng tercatat berangkat ke berbagai negara tujuan melalui jalur resmi perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Buleleng, Putu Arimbawa, mengatakan Turki menjadi negara tujuan yang paling banyak diminati PMI asal Buleleng sepanjang 2026. 

Tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor spa dan perhotelan menjadi salah satu faktor utama.

“Yang paling banyak itu Turki. Kebutuhannya masih tinggi, terutama untuk spa dan perhotelan,” ujar Arimbawa.

Selain Turki, PMI asal Buleleng juga tersebar di sejumlah negara lain seperti Bulgaria, Italia, Rumania, Kuwait, Kroasia, Polandia, Arab Saudi, Taiwan, Selandia Baru, Uni Emirat Arab, Maladewa, Jerman, Montenegro, Jepang, dan Yunani.

Arimbawa menyebut, negara-negara di kawasan Eropa Timur mulai menjadi pilihan baru bagi pekerja migran asal Buleleng. 

Di Polandia, misalnya, mayoritas PMI bekerja di sektor spa, sedangkan di Bulgaria lebih banyak terserap pada bidang perhotelan.

Namun, peluang kerja di luar negeri juga tidak lepas dari pengaruh kondisi global. Situasi geopolitik, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, sempat berdampak terhadap permintaan tenaga kerja dari sejumlah negara.

“Waktu ada perang Iran kemarin, permintaan dari negara-negara Timur Tengah praktis tidak ada. Ke Kuwait maupun Uni Emirat Arab hampir tidak ada permintaan. Yang masih berjalan saat itu hanya Turki,” jelasnya.

Meski jumlah keberangkatan PMI cukup tinggi, Disnakertrans ESDM Buleleng belum memiliki data pasti mengenai jumlah warga Buleleng yang saat ini masih bekerja di luar negeri.

Menurut Arimbawa, sistem pendataan yang digunakan saat ini hanya mencatat PMI yang berangkat melalui jalur resmi. Sementara data kepulangan pekerja maupun warga yang berangkat melalui jalur mandiri belum seluruhnya masuk dalam sistem.

Data keberangkatan PMI tercatat melalui Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP P2MI). Namun, sistem tersebut belum mencatat secara keseluruhan status pekerja setelah berada di negara tujuan.

“Kalau ditanya berapa warga Buleleng yang masih bekerja di luar negeri saat ini, kami tidak bisa memastikan. Karena yang tercatat hanya keberangkatan. Data kepulangan tidak tercatat di sistem,” ungkapnya.

Ia memperkirakan jumlah PMI asal Buleleng yang bekerja di luar negeri sebenarnya lebih besar dibandingkan angka resmi yang tercatat. Hal itu disebabkan masih adanya warga yang memilih berangkat melalui jalur mandiri.

“Logikanya pasti lebih banyak dari data yang tercatat karena ada yang berangkat melalui jalur mandiri,” katanya.

Di tengah tingginya minat bekerja ke luar negeri, Disnakertrans ESDM Buleleng mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas legalitasnya.

Arimbawa menyebut, sejumlah kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berawal dari iming-iming pekerjaan dengan gaji besar, namun tidak melalui prosedur resmi.

Karena itu, calon PMI diminta memastikan proses keberangkatan dilakukan melalui jalur yang sesuai aturan. Dengan status penempatan yang legal, pekerja migran akan mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial selama bekerja di luar negeri.

“Jangan hanya tergiur gaji besar. Pastikan prosesnya legal dan prosedural agar lebih aman serta mendapat perlindungan jaminan sosial jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Arimbawa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
spa pekerja migran buleleng tenaga kerja