Lagi Asyik Buat Konten di Lovina, WNA Asal Taiwan Nyaris jadi Korban Pelecehan Lansia

Francelino Junior • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:47 WIB
JELASKAN KASUS: Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
JELASKAN KASUS: Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Niat seorang warga negara asing (WNA) asal Taiwan, Tiongkok, membuat konten outfit of the day (OOTD) di kawasan wisata Lovina, Buleleng, berubah menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. 

Saat sedang merekam konten di pinggir jalan, WNA perempuan tersebut didatangi seorang pria paro baya yang tidak dikenalnya.

Peristiwa itu kemudian viral di media sosial setelah diunggah melalui akun Instagram @aurosa_a pada Senin (10/8/2026). 

Dalam unggahannya, korban mengaku mengalami pengalaman yang membuatnya tidak nyaman hingga trauma.

Awalnya, pria tersebut menghampiri korban dan mengajaknya berjabat tangan. Sembari berjabat tangan, pria itu menyampaikan harapan agar korban menikmati liburannya di Bali. 

Korban sempat menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk keramahan warga lokal dan meladeni ajakan berjabat tangan.

Namun, situasi berubah ketika jabat tangan berlangsung cukup lama dan tangan korban terlihat diarahkan ke bagian intim pria tersebut. Merasa tidak nyaman, korban langsung melepaskan tangannya.

Dalam unggahannya, korban mengaku sangat terganggu dengan kejadian tersebut. Bahkan, dia menyebut mengalami trauma dan menangis sepanjang perjalanan kembali ke tempat menginap.

Informasi yang viral itu kemudian mendapat perhatian Polres Buleleng. Polisi melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan aparat desa untuk mengidentifikasi pria yang terekam dalam unggahan tersebut.

Hasil penelusuran mengarah kepada WS alias Nane, 68, warga Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Polisi kemudian melakukan pendekatan kepada yang bersangkutan.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, WS telah mengakui perbuatannya. Yang bersangkutan juga menyatakan tidak akan mengulangi tindakan serupa. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang telah ditandatangani.

Selain melakukan penelusuran, Polres Buleleng juga berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia. 

Langkah tersebut dilakukan agar polisi dapat berkomunikasi secara langsung dengan korban untuk menggali informasi terkait kejadian tersebut.

”Kami telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia, agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan korban untuk melakukan investigasi terkait kejadian ini,” ujar Ruzi, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, kejadian tersebut sangat disayangkan karena berpotensi memengaruhi citra pariwisata Bali, khususnya kawasan Lovina. Apalagi, keramahan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman wisatawan selama berada di Bali.

”Sangat disayangkan sekali. Perbuatan ini tidak bertanggung jawab dan berpotensi mencederai citra pariwisata dan keramahtamahan Bali, terutama Pantai Lovina,” tegasnya.

Polres Buleleng memastikan penanganan kejadian tersebut merupakan respons atas informasi yang berkembang di media sosial sekaligus bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di kawasan Lovina.

Ruzi juga mengingatkan masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di kawasan pariwisata, agar menjaga sikap ketika berinteraksi dengan wisatawan. 

Keramahan, kata dia, harus diwujudkan melalui komunikasi yang santun dan tetap menghormati batas kenyamanan setiap orang.

”Jangan sampai ulah satu orang, merusak citra keramahan Bali yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Polisi menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan di Bali,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
tiongkok taiwan konten lovina buleleng