SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Ada yang berbeda dari panggung utama Buleleng Festival (Bulfest) 2026.
Tak lagi mengandalkan konsep panggung persegi yang menghadap satu arah, panggung utama tahun ini dibuat berbentuk oval dan mengelilingi sebagian Tugu Singa Ambara Raja.
Perubahan tersebut dilakukan menyesuaikan wajah baru kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja.
Penataan kawasan yang kini dilengkapi palemahan kangin dan kauh membuat ruang bagi penonton menjadi lebih fleksibel.
Pada pelaksanaan Bulfest tahun-tahun sebelumnya, panggung utama selalu ditempatkan tepat di depan Tugu Singa Ambara Raja. Konsep tersebut membuat penonton hanya dapat menyaksikan pertunjukan dari satu sisi, yakni bagian depan panggung.
Kondisi berbeda diterapkan dalam Bulfest 2026. Dengan bentuk panggung oval, penonton dapat menikmati pertunjukan dari depan maupun sisi kiri dan kanan panggung.
”Tantangan tahun ini penataan konsep panggung. Kini bentuknya oval tidak persegi lagi,” ujar Tim Kreatif Bulfest 2026 Made Pasda Gunawan, Senin (17/8/2026).
Pasda menjelaskan, desain panggung baru tersebut dibuat setengah mengelilingi Tugu Singa Ambara Raja. Posisi ini berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang masih menyisakan jarak antara panggung dan monumen ikonik Singaraja tersebut.
Konsep tersebut sekaligus diharapkan membuat pengalaman pengunjung saat menikmati pertunjukan menjadi lebih nyaman.
Penonton tidak harus berdesakan di satu titik karena akses untuk menyaksikan panggung utama tersedia dari beberapa sisi.
Selain perubahan bentuk panggung, pertunjukan juga akan diperkuat dengan permainan tata cahaya dan mapping untuk memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi pengunjung.
”Nanti akan ada permainan lampu dan mapping juga,” tandas Pasda yang juga Kepala BKAD Kabupaten Buleleng.
Bulfest 2026 mengusung tema ”Uriping Rasa”, yang dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali rasa, cerita, dan identitas Buleleng. Pesta rakyat tersebut berlangsung selama enam hari, mulai Selasa (18/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026).
Tahun ini, nuansa Buleleng tempo dulu menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung akan diajak merasakan kembali suasana masa lalu melalui pasar tradisional hingga aneka kuliner khas Buleleng.
Bulfest 2026 terbagi menjadi tiga zona. Zona A mengangkat tema Buleleng Tempo Dulu, Zona B menjadi ruang Modern dan Creative Space, sedangkan Zona C mengusung konsep Budaya Berkelanjutan.
Sebanyak 105 UMKM tercatat terlibat dalam pelaksanaan Bulfest tahun ini. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng