Koster Targetkan Shortcut Singaraja-Denpasar Tuntas 2029. Siapkan Rp 80 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Eka Prasetya • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:22 WIB
BICARA INFRASTRUKTUR: Gubernur Bali, Wayan Koster. (Pemkab Buleleng)
BICARA INFRASTRUKTUR: Gubernur Bali, Wayan Koster. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani terus dikebut. 

Gubernur Bali, Wayan Koster menargetkan seluruh pembangunan hingga titik 12 rampung pada 2029. 

Jika target tersebut terealisasi, waktu tempuh Buleleng menuju Denpasar diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar 1,5 jam.

Hal itu diungkapkan Gubernur Koster saat membuka Buleleng Festival 2026 di panggung utama Tugu Singa Ambara Raja, Selasa (18/8/2026) malam. 

Koster mengatakan, saat ini pembangunan shortcut titik 9-10 tengah berjalan.

Sementara itu, pembangunan titik 11-12 masih membutuhkan proses pembebasan lahan. 

Pemprov Bali, kata Koster, telah menyiapkan anggaran Rp 80 miliar melalui APBD Bali untuk kebutuhan tersebut.

"Sekarang sedang jalan titik 9-10, astungkara selesai tahun depan. Kemudian titik 11-12 pembebasan lahan perlu anggaran Rp 80 miliar sudah disiapkan dari APBD Bali supaya shortcut sampai titik 12. Nanti pembangunan tahun 2028," kata Koster.

Dengan pembangunan tersebut, pria asal Desa Sembiran, Buleleng itu, menargetkan seluruh jalur shortcut Singaraja-Mengwitani dapat dituntaskan pada 2029. 

Dia memperkirakan keberadaan jalur tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap waktu tempuh Buleleng-Denpasar.

"Tyang pikir kalau shortcut ini sudah selesai, 2029 dari Buleleng ke Denpasar itu mungkin hanya 1,5 jam. Shortcut harus selesai tahun 2029," ujarnya.

Menurut Koster, pembangunan infrastruktur konektivitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pondasi pembangunan Bali, termasuk di Kabupaten Buleleng.

Dia menargetkan sejumlah rencana pembangunan dapat diselesaikan sebelum masa jabatannya sebagai Gubernur Bali berakhir pada 20 Februari 2030. 

"Astungkara ini akan berjalan dengan lancar sebelum titiang berakhir sebagai gubernur pada 20 Februari 2030, harus selesai semua supaya pondasi Bali di semua kabupaten/kota bagus sesuai haluan pembangunan Bali 100 tahun," tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
koster wayan koster shortcut buleleng festival buleleng