SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Buleleng disebut memiliki “rezeki” sendiri yang sudah digariskan alam.
Gubernur Bali, Wayan Koster menilai karakter wilayah Buleleng dari barat hingga timur memiliki potensi berbeda yang perlu dikembangkan sesuai peruntukannya.
Hal tersebut disampaikan Koster saat memberikan sambutan dalam pembukaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 di Praja Mandala Singa Ambara Raja, Selasa (18/8/2026) malam.
Menurut dia, potensi alam dan karakter kawasan di Buleleng semestinya menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan.
”Rupanya Buleleng ini dari barat ke timur, rezekinya banyak. Wilayahnya sudah diatur sedemikian rupa oleh alam, dan harus dijalankan konsisten. Tidak boleh dilanggar,” ujarnya.
Koster kemudian membagi karakter pengembangan wilayah Buleleng berdasarkan bentang kawasan. Wilayah timur, mulai Kecamatan Tejakula hingga Sawan, dinilai lebih tepat diarahkan sebagai kawasan budaya.
Salah satu pertimbangannya karena wilayah tersebut memiliki banyak situs yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah dan budaya Bali.
Sementara itu, kawasan Buleleng bagian barat dinilai memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan sebagai kawasan perekonomian.
Kecamatan Gerokgak, misalnya, diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.
Pengembangan kawasan tersebut juga akan ditopang dengan penguatan infrastruktur logistik. Salah satunya melalui pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang.
”Pelabuhan Celukan Bawang akan dikembangkan, sekarang sudah masuk proses tender. Disiapkan terminal logistik khusus di sana. Akhir 2027 selesai,” paparnya.
Menurut Koster, terminal logistik tersebut nantinya menjadi salah satu jalur distribusi barang menuju Bali.
Truk-truk logistik dari Jawa tidak lagi seluruhnya harus masuk melalui jalur darat setelah menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Sebagian distribusi akan diarahkan langsung menuju Pelabuhan Celukan Bawang.
Skema tersebut akan dilanjutkan dengan pengembangan sejumlah pelabuhan lain di Bali. Di antaranya Pelabuhan Sangsit di Buleleng, Pelabuhan Amed di Karangasem, serta Pelabuhan Kusamba di Klungkung.
Dengan pola tersebut, Koster membayangkan distribusi logistik antarpulau di Bali dapat dilakukan melalui jalur laut. Langkah ini sekaligus diharapkan mengurangi beban kendaraan bertonase besar di jalur darat.
Sebab, selama ini truk dengan muatan berat kerap menghadapi persoalan ketika melintasi ruas jalan dengan tanjakan. Kendaraan yang tidak kuat menanjak hingga mogok dinilai berpotensi memperparah persoalan lalu lintas.
”Pak Menteri Perhubungan sudah setuju,” tambah Koster.
Dia menegaskan, arah pengembangan wilayah tersebut bukan sekadar proyek sektoral. Menurut Koster, konsep tersebut akan menjadi bagian dari pondasi haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan.
Arah pembangunan itu, kata dia, berlaku di seluruh kabupaten/kota di Bali, termasuk Buleleng. Karena itu, pengembangan potensi wilayah diharapkan tetap berjalan sesuai karakter dan kekuatan masing-masing kawasan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng