SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor masih menjadi pekerjaan rumah.
Dari kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun, produksi dalam negeri baru berada di kisaran 34–40 ribu ton. Artinya, sebagian besar kebutuhan masih harus dipenuhi dari luar negeri.
Kondisi tersebut coba direspons Polres Buleleng. Pada Rabu (19/8/2026), jajaran kepolisian menanam bawang putih di lahan seluas 25 are di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan.
Langkah itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong produksi bawang putih lokal.
Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman mengatakan, tahap awal penanaman menggunakan sekitar 200 kilogram bibit bawang putih varietas Lumbu Hijau. Jika budidaya berjalan sesuai target, tanaman tersebut diperkirakan dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan.
Dari lahan seluas 25 are itu, produksi bawang putih diproyeksikan mencapai 2–3 ton.
”Kami mendukung swasembada pangan, khususnya untuk komoditas bawang putih,” ujar Ruzi Gusman.
Dia menjelaskan, kebutuhan bawang putih nasional saat ini mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri hanya berkisar 34–40 ribu ton.
Kesenjangan tersebut membuat tingkat ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor masih berada di kisaran 90–95 persen.
Menurut Ruzi, kondisi itu menunjukkan masih terbuka ruang yang cukup besar untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri.
Karena itu, penanaman secara serentak di sejumlah daerah dinilai penting untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan pasokan nasional.
Ruzi menyebut pengembangan di Desa Pakisan masih merupakan tahap awal. Polres Buleleng kini menjajaki peluang untuk memperluas lahan melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Pemkab Buleleng.
Kerja sama dengan Subak Paitan dan pemilik lahan diharapkan menjadi pijakan untuk mengembangkan budidaya bawang putih di lokasi lain.
”Harapannya stok bawang putih selalu tersedia, bisa memenuhi kebutuhan bawang putih di Buleleng dan tentunya dapat meningkatkan perekonomian,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng